JAKARTA, BE - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Yuddy Chrisnandi membenarkan bahwa tidak ada perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini. Baik dari kelompok pelamar umum maupun tenaga honorer kategori dua (K2). \"Yang ada hanya kuota untuk sekolah kedinasan,\" ujar Yuddy di kantornya, Kamis (18/6). Menurut data sementara, kuota CPNS baru dari kelompok pelajar sekolah kedinasan berjumlah 10 ribu kursi. Yuddy mengatakan, pemerintah tetap membuka lowongan CPNS dari sekolah kedinasan, karena kuotanya sudah diatur atau dirancang sejak lama. Sedangkan untuk pelamar umum, pemerintah tahun ini tidak mengalokasikan anggaran tes atau seleksi CPNS baru. \"Tahun ini kita fokus merancang bagimana mekanisme tes CPNS baru untuk tahun depan,\" katanya. Termasuk bagaimana mengakomodir tuntutan supaya tenaga honorer K2 yang lulus validasi alias asli, tetapi tidak lolos tes. Berdasarkan informasi awal pengangkatan tenaga honorer K2 yang bergulir mulai tahun depan, dilaksanakan secara bertahap setiap tahunnya. Rencananya kuota CPNS baru yang disiapkan untuk tenaga honorer K2 berjumlah 30 ribu kursi. \"Pembahasan masih berlangsung, masyarakat tunggu informasi resmi dari pemerintah,\" tuturnya. Sementara itu, untuk mengisi kekosongan formasi akibat sejumlah pegawai pensiun, Sekretaris KemenPAN-RB, Dwi Wahyu Atmaji mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan pegawai yang masih bekerja. \"Pada prinsipnya mendayagunakan pegawai yang ada,\" kata Dwi Wahyu. Menurutnya, birokrasi pemerintahan tetap bisa berjalan meski ada beberapa kekosongan formasi. Hal itu terlepas dari jumlah PNS saat ini yang masih mencukupi. \"Apalagi ini hanya sementara, tahun depan sudah dibuka lagi,\" ujarnya. Sementara itu Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo mengatakan, pemerintah harus siap terhadap konsekuensi penghentian rekrutmen CPNS baru. \"Khususnya terkait dengan posisi atau formasi guru,\" katanya di kantor PGRI. Dia menegaskan proses pendidikan tidak boleh terganggu kekosongan guru karena tidak ada pengganti yang pensiun. Kebijakan menyetop rekrutmen CPNS baru ini diharapkan juga tidak boleh menggangu pelayanan vital lain seperti kesehatan. Sulistyo menuturkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih belum memiliki data populasi guru secara akurat. Dia mengatakan informasi yang beredar jumlah guru sejatinya sudah cukup. Tetapi sebarannya belum merata. Guru menumpuk di wilayah perkotaan. Namun kosong di wilayah pedesaan. Jika benar guru dia Indonesia sudah cukup tetapi sebarannya belum merata, dia berharap pemerintah pusat lebih tegas menjalankan distribusi guru. Aturan redistribusi guru yang menumpuk di perkotaan kemudian digeser ke wilayah pedasaan, menurut Sulistyo selama ini belum efektif.(wmc)
Jabatan PNS Pensiun Dirangkap
Jumat 19-06-2015,09:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 19-10-2026,12:28 WIB
Muhaimin Sebut Sekolah Rakyat Jadi Model Baru Pendidikan dan Pemberdayaan Nasional
Senin 19-10-2026,12:22 WIB
Mulai 2027, Kenaikan Kelas Tak Lagi Otomatis? Simak Penjelasan Mendikdasmen
Senin 19-10-2026,10:31 WIB
Osteoporosis Tak Bergejala, Patah Tulang Panggul Berisiko Fatal bagi Lansia
Senin 19-10-2026,10:54 WIB
Ramadhipa Jaga Peluang Papan Atas Moto3 Junior di Misano
Senin 19-10-2026,12:04 WIB
Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi, Lengkap dengan Filosofinya
Terkini
Senin 19-10-2026,16:03 WIB
Drainase di RT 08 Surabaya Permai 1 Dibenahi, Lingkungan Diharapkan Makin Nyaman
Senin 19-10-2026,15:59 WIB
Drainase Perumahan Bumi Mas Dibangun, Warga Bentiring Kini Lebih Tenang Hadapi Musim Hujan
Senin 19-10-2026,15:55 WIB
Dinas PUPR Kota Bengkulu Tingkatkan dan Rehabilitasi Drainase Gang Merpati 18 Rawa Makmur
Senin 19-10-2026,15:53 WIB
Syamsu Ihwan Nilai Eks Mess Pemda Strategis untuk Kantor Wali Kota dan Pengembangan Kawasan
Senin 19-10-2026,15:51 WIB