BINTUHAN, BE- Tampaknya Pemkab Kaur melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Desa dan Keluarga Berencana (BPMD KB) Kaur, masih bingung membagi Alokasi Dana Desa (ADD). Sebelumnya setiap desa akan mendapatkan kucuran dana paling rendah Rp 46 juta dan paling tinggi Rp 102 juta. Namun setelah dilakukan rapat evaluasi kembali berubah paling kecil Rp 49 juta dan paling besar Rp 79 juta. Berubahnya jumlah tersebut lantaran dana tersebut karena masih minim untuk oprasional Desa, makanya perlu penyesuaian kembali. Sehingga berubahnya jumlah dana yang kucurkan akan mempengaruhi menghitung dana oprsional dari ADD tersebut, jika tidak cocok maka akan berimbas kepada pihak desa untuk menghitungnya. \"Saat ini jumlah oprsionalnya yang harus dikeluarkan sebanyak 30 persen dari pagu anggaran, itu gunanya untuk Administrasi desa, BPD, PKK dan karang Taruna. Semuanya sudah dihitung dari ADD tersebut, makanya setiap ADD mengalami berapa kali perubahan, Namun kemarin sudah menuntaskan dengan baik,\" ujar Asisten I Nandar Munadi Ssos didampingi Kepala BPMD KB Sepuan Yunir MM kepada BE, kemarin. Dana Oprasional sebanyak 30 persen itu sudah menjadi keputusan, kata Nandar, kemudian dana ADD itu belum termasuk honor perangkat desa, hal itu dipisahkan dari dana oprsional. Jadi hitunganya setiap dana yang dikucurkan maka pihak desa wajib mengeluarkan honor BPD, setelah itu baru menghitung 30 persen dana oprsional.\"Jadi semuanya sudah dihitung dengan baik, jadi tidak ada keraguan walaupun berubah karena ada yang tidak sesuai dengan jumlah ADD tersebut,\" jelasnya. Sehingga rapat terakhir penetuan presentase oprsoional ADD sudah selesai, tinggal melakukan evaluasi dan mekanisme penyaluran ke desa. Namun sebelunya harus ditinjau kembali.\"Yang jelas nominalnya setiap desa tidak ada lagi yang salah, sehingga tidak ada lagi yang dirubah,\" jelasnya. Disisi lain, untuk gaji BPD dan Kades tahun ini bebrbeda lokasi penyaluranya, jika tahun lalu dijadikan satu rekening maka untuk honorer BPD dimasukan dalam rekening ADD. Sedangkan Kades dilakukan rekening sendiri melalui BPMD KB. Namun demikian beda rekening pembayaran honorer BPD dan Kades tetap triwulan sekali. Hanya saja bisa jadi pembayaran BPD lebih dahulu dibanding Kades, karena BPD menkanismenya lebih mudah di desa sendiri. \"Harapan kita walaupun berbeda rekening tidak menjadi persoalan, karena ini untuk kepentingan bersama,\" jelasnya. Sementara itu, ADD tahun ini merupakan program permulaan, saat ini tinggal persetujuan Bupati untuk segera dicairkan. Namun mekanisme peberapanya tergantung program desa masing-masing. Disamping itu juga diharapkan tidak perlu iri dengki karena setiap desa jumlah ADD bervariasi. \"Karena hal ini dilihat dari luas wilayah dan jumlah penduduk, sehingga mempengaruhi jumlah ADD tersebut,\" jelasnya.(823)
Jatah ADD Terbesar Rp 79 juta
Senin 07-01-2013,16:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 22-10-2026,10:14 WIB
Sultan Janji Bantu Dana Pribadi, Perbakin Bengkulu Bidik Medali PON 2028
Kamis 22-10-2026,11:30 WIB
Kenapa Rasa Air Mineral Berbeda? Riset Ungkap Peran Kandungan Mineral
Kamis 22-10-2026,11:36 WIB
Cochrane Ungkap Hasil Perbandingan Vape vs Koyo dan Permen Karet Nikotin untuk Berhenti Merokok
Kamis 22-10-2026,11:25 WIB
Mengenal Sejarah Hari Dokter Nasional dan Alasan Pemilihan Tanggal 24 Oktober
Kamis 22-10-2026,09:20 WIB
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemuda Bengkulu Dorong Pengawasan Program dan Pembangunan
Terkini
Kamis 22-10-2026,17:29 WIB
Kuliner Gang Viral Hadir di Mega Mall Bengkulu, Kajari Berharap Gairahkan Ekonomi
Kamis 22-10-2026,17:27 WIB
Dukcapil Kota Bengkulu Rekam KTP-el di SMA, Sasar Pelajar Kelahiran 2008–2009
Kamis 22-10-2026,17:18 WIB
Pemkot Bengkulu Benahi Drainase RT 10 Rawa Makmur, Bantu Kurangi Risiko Genangan
Kamis 22-10-2026,17:13 WIB
Polres Kaur Amankan Lima Terduga Pengguna Narkoba di Padang Guci Hulu, Belasan Paket Disita
Kamis 22-10-2026,13:37 WIB