CURUP, BE - Program pemasangan jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kabupaten Rejang Lebong untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mendapat sambutan baik dari masyarakat Rejang Lebong. Dimana saat ini kuota untuk program MBR hanya tersisa sebanyak 50 persen dari total unit yang disediakan untuk program tersebut. Pada tahun 2015 ini PDAM Tirta Dharma menyediakan 1000 unit water meter untuk program MBR. Sehingga saat ini yang tersisa tinggal 500 unit lagi. \"Program ini kita buka sejak awal tahun lalu, dan hingga akhir April kemarin sudah tinggal 500 unit lagi,\" ungkap Direktur PDAM Tirta Dharma RL melalui Kepala Bagian Hubungan Langganan yang juga Ketua Penyelenggara MBR, Amyasman. Menurut Amyasman, dari total 500 unit yang telah dipesan masyarakat Rejang Lebong tersebut. 335 unit sudah dilakukan pemasangan, sedangkan sisanya masih dalam proses. \"Kita memang akui minat masyarakat untuk program ini sangat tinggi, ini terbukti hanya dalam kurun waktu empat bulan, untuk gelombang pertama ini langsung habis,\" jelas Amyasman. Sementara itu terkait dengan persyaratan untuk masyarakat yang ingin memanfaatkan kuota yang ada. Cukup dengan melampirkan KTP dan rekening listrik. Hanya saja untuk saat ini pihaknya tidak memberikan batasan dengan daya listrik yang dimiliki calon pelanggan. Karena menurut Amyasman selama ini mereka pihaknya membatasi maksimal daya 1.300 \"Untuk saat ini kita tidak membatasi dengan melihat daya listrik clon pelanggan, namun semua bisa menikmati program ini,\" papar Amyasman. Sementara itu, saat ditanya mengenai biaya pemasangan untuk program MBR ini. Pelanggan atau calon pelanggan hanya dikenakan biaya Rp 400 ribu. Angka tersebut jauh lebih kecil dari tarif yang digunakan untuk pemasangan normal. Dimana tarif yang digunakan untuk pemasangan normal sebesar Rp 750 ribu. (251)
Program MBR Tinggal 500 Unit
Selasa 12-05-2015,13:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 09-07-2026,18:05 WIB
Gengsi Akreditasi Berujung Buntung, Madrasah di Mukomuko Terancam Kehilangan Bantuan Pusat
Kamis 09-07-2026,17:46 WIB
Kasus Suap Rekrutmen PHL PDAM Bengkulu Bergulir ke Babak Baru, Polda Tetapkan Empat Tersangka Lagi
Kamis 09-07-2026,18:01 WIB
Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Direktur Bank Bengkulu Agusalim Sah, Penyidikan Berlanjut
Kamis 09-07-2026,17:55 WIB
360 Calon Siswa Belum Dapat Sekolah, Dikbud Bengkulu Siapkan Distribusi ke 7 Sekolah Negeri dan Program PJJ
Kamis 09-07-2026,17:43 WIB
Polda Bengkulu Kembangkan Kasus Repacking Minyakita, Calon Tersangka Baru Mulai Terendus
Terkini
Kamis 09-07-2026,18:06 WIB
Bapenda Kota Bengkulu Genjot PAD, Maksimalkan 13 Sektor Pajak dan Retribusi
Kamis 09-07-2026,18:05 WIB
Gengsi Akreditasi Berujung Buntung, Madrasah di Mukomuko Terancam Kehilangan Bantuan Pusat
Kamis 09-07-2026,18:01 WIB
Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Direktur Bank Bengkulu Agusalim Sah, Penyidikan Berlanjut
Kamis 09-07-2026,17:59 WIB
Rumus Institute Beberkan Siasat Pabrik Sawit di Mukomuko Dapat 900 Kg Buah Gratis Per Truk
Kamis 09-07-2026,17:57 WIB