Banner HONDA
BPBD

Mahasiswa Asal Bengkulu Selatan Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Kos Usai Sahur

Mahasiswa Asal Bengkulu Selatan Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Kos Usai Sahur

Warga Jalan Adam Malik, Kelurahan Cempaka Permai, Kota Bengkulu, dikejutkan oleh penemuan jenazah seorang mahasiswa di dalam kamar mandi rumah kos, Sabtu (7/3) pagi. -FOTO IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Warga Jalan Adam Malik, Kelurahan Cempaka Permai, Kota Bengkulu, dikejutkan oleh penemuan jenazah seorang mahasiswa di dalam kamar mandi rumah kos, Sabtu (7/3) pagi. Korban ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi pintu kamar mandi terkunci dari dalam.

Korban diketahui bernama Rahmat Rezal Pratama (22), warga Desa Tanjung Alam, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan. Rahmat merupakan mahasiswa aktif jurusan Ekonomi Manajemen di salah satu universitas swasta ternama di Kota Bengkulu.

Berdasarkan keterangan pemilik kos, Gustami, korban sempat terlihat oleh penghuni lain usai melaksanakan makan sahur. Namun, kecurigaan muncul ketika korban tak kunjung keluar dari kamar mandi dalam waktu yang cukup lama.

"Terakhir terlihat setelah sahur. Korban masuk ke kamar mandi, tapi karena pintu terkunci dari dalam dan tidak ada respons saat dipanggil, penghuni lain melapor ke istri saya untuk meminta izin buka paksa," jelas Gustami.

BACA JUGA:Warga Diminta Manfaatkan Call Center BPBD Jika Membutuhkan Bantuan Darurat

BACA JUGA:Kematian Gita Fitria Rama Dhani Jadi Sorotan, Dua Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam Polda Bengkulu

Setelah pintu didobrak, penghuni kos mendapati korban sudah tergeletak di lantai dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Mendapat laporan warga, personel Polsek Gading Cempaka langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Penanganan kasus ini kemudian diambil alih oleh Tim Inafis Polresta Bengkulu guna penyelidikan lebih mendalam.

Hingga saat ini, polisi telah memintai keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pemilik dan penghuni kos lainnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu. Korban akan menjalani proses visum untuk memastikan apakah ada tanda-tanda kekerasan atau murni karena faktor kesehatan. Pihak kepolisian masih menunggu hasil medis resmi sebelum memberikan kesimpulan akhir penyebab kematian.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait