BENGKULU, BE - Aset Pemerintah Kota Bengkulu berupa lahan seluas 8 Ha di kelurahan Air Sebakul Kecamatan Selebar telah diserobot warga setempat sejak beberapa tahun tahun lalu. Namun hingga saat ini proses penyelesaian yang dilakukan pihak Pemkot dan penyerobot pun tak kunjung tuntas. Terkait hal itu, dewan menilai Pemkot tidak serius menangani persoalan itu. \"Kalau sudah sekian tahun diserobot tapi tidak juga jelas penyelesaiannya, berarti Pemkot sendiri tidak serius atau lalai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai lembaga pemerintahan,\" ujar anggota DPRD Kota Bengkulu, Effendy Salim SSos, kemarin. Ia mengaku kecewa dengan Pemda kota yang telah membiarkan lahan itu diambil paksa oleh warga. Hingga saat ini diatas lahan yang sedianya untuk sirkuit dan kuburan itu pun telah ditanami kelapa sawit dan sudah ada berbuah. \"Selain menyayangkan, kita juga mencurigai jangan-jangan ada permainan pejabat kota dalam penyerobotan itu, sehingga pejabat Pemkot lainnya tak mampu menyelesaikannya,\" ungkap ketua DPC Partai Hanura ini. Ia menekankan tidak ada jalan lain bagi Pemkot, kecuali dengan bertindak tegas. Karena lahan itu merupakan hak milik Pemda kota yang dibuktikan dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Bengkulu tahun 1997. Menurutnya, jika Pemerintah tidak tegas, maka penyerobotan itu akan merembet ke aset lainnya. \"Ya jelas sangat berdampak terhadap aset lainnya, ketidakseriusan atau ketidaktegasan pemerintah dalam menyelamatkan aset miliknya, maka akan menjadi pedoman bagi warga lainnya yang memiliki niat untuk mengambil tanah Pemkot lainnya. Maka dari itu, perlu ketegasan dari Pemkot,\" sampainya. Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu, Syaferi Syarir SH MSi mengatakan berkas bukti kepemilihan tanah seluas 8 Ha itu belum masuk ke bidang aset, melainkan masih \"nyangkut\" di Bagian Pemerintah. Namun beberapa waktu lalu pihaknya telah memasang papan merek di sekeliling tanah itu, bahwa lahan itu adalah milik Pemda kota. \"Meskipun bukti kepemilikannya masih di Bagian Pemerintahan, tapi kami sudah memasang papan merknya,\" terangnya. Dibagian lainnya, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Pemkot, Zuhri Kusnadi SH MH mengaku persoalannya tersebut telah diserahkannya ke Camat Selebar untuk diselesaikan dengan baik. \"Kami sudah menyurati Camat Selebar agar menyelesaikan masalah itu, tapi sampai sekarang belum ada laporan lebih lanjut,\" pungkasnya.(400)
Pemkot Tak Serius Tangani Aset
Minggu 06-01-2013,10:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 24-07-2026,16:01 WIB
Saat Warga Salat Jumat, Kebakaran Hanguskan 7 Ruangan SMPN 19 Kota Bengkulu
Jumat 24-07-2026,14:51 WIB
Targetkan Rekor Dunia, 15 Ribu Peserta Bakal Meriahkan Festival Pantai Panjang Bengkulu 2026
Jumat 24-07-2026,14:53 WIB
Tanpa Dana APBD, Festival Pantai Panjang Dinilai Jadi Contoh Kolaborasi yang Sukses
Jumat 24-07-2026,14:56 WIB
Kemarau Picu Bunga Taman Kota Bengkulu Layu, DLH Optimalkan Penyiraman dan Gandeng Damkar
Jumat 24-07-2026,16:11 WIB
KPK Limpahkan Perkara Bupati Nonaktif Rejang Lebong ke Pengadilan Tipikor Bengkulu, Sidang Segera Digelar
Terkini
Jumat 24-07-2026,16:11 WIB
KPK Limpahkan Perkara Bupati Nonaktif Rejang Lebong ke Pengadilan Tipikor Bengkulu, Sidang Segera Digelar
Jumat 24-07-2026,16:01 WIB
Saat Warga Salat Jumat, Kebakaran Hanguskan 7 Ruangan SMPN 19 Kota Bengkulu
Jumat 24-07-2026,14:56 WIB
Kemarau Picu Bunga Taman Kota Bengkulu Layu, DLH Optimalkan Penyiraman dan Gandeng Damkar
Jumat 24-07-2026,14:53 WIB
Tanpa Dana APBD, Festival Pantai Panjang Dinilai Jadi Contoh Kolaborasi yang Sukses
Jumat 24-07-2026,14:51 WIB