BINTUHAN,BE- Masyarakat Kabupaten Kaur meminta perhatian serius dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Kaur melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Kaur, mewaspadai maraknya kasus gigitan anjing gila. “Beberapa hari lalu itu ada warga yang digigit anjing gila. Karena itu kita minta agar Dinas terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kian maraknya kasus gigitan anjing gila menyebarkan penyakit rabies kepada warga ini,” kata Hendri (35), warga Desa Gedung Sako Kecamatan Kaur Selatan, kemarin. Hendri mengatakan, sejak beberapa bulan terakhir ini, setidaknya sudah ada sekitar dua ekor anjing gila telah dibunuh oleh masyarakat setempat dengan ciri-ciri takut meminum air putih, bola mata merah, ekor terlipat ke bawah serta mengeluarkan lendir dari mulutnya. “Anjing gila muncul secara tiba-tiba diwaktu dan tempat yang berbeda di sekitar Desa Bentiring, Kecamatan Semidang Gumay. Rata-rata anjing itu memiliki ciri-ciri seperti anjing gila yang diduga kuat sudah terinfeksi virus rabies, sehingga warga berupaya membunuhnya,” ujarnya. Meski beberapa anjing gila ini telah berhasil dibunuh oleh warga. Namun demikian, diprediksi keberadaan anjing gila ini masih banyak berkeliaran. Sehingga dikhawatirkan akan kembali menyerang dan menggigit warga. Untuk warga minta dinas terkait harus cepat mengambil langkah antisipasi dengan melakukan sosialisasi maupun penyuntikan hewan rentan menyebarkan virus rabies, seperti anjing, kucing atau monyet agar tidak mengancam warga. “Keberadaan anjing gila akhir akhir ini memang sangat meresahkan sekali, terutama bagi anak-anak yang sering menjadi korban,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan M.Thabri melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Darmawansyah, Sip ketika dikonfirmasi kemarin, membenarkan jika keberadaan anjing gila saat ini mulai meresahkan warga. Untuk itu pihaknya meminta kepada warga, saat digigit anjing tersebut, untuk segera membawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan dari tenaga medis. “Kalau ada yang terserang gigitan ajing gila ini segera melapor ke dinas kesehatan setempat, karena saat ini obat anti rabies ini sudah kita distribusikan ke masing-masing Puskesmas,” ujarnya. Ditambahkanya, pihaknya tetap terus mengimbau agar peran serta dari semua masyarakat Kaur, untuk bersama-sama memelihara hewan peliharaan yang menyebabkan penyakit rabies. Artinya anjing tidak dibenarkan untuk berkeliaran bebas, namun harus diikat, sehingga keberadaan hewan rabies tersebut bisa terkontrol karena selain tidak menggigit orang juga kesehatan anjing dapat diperhatikan. \"Korban gigitan anjing rabies ini harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak, terutama masyarakat yang suka memelihara hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kera. Saya meminta dengan tegas agar masyarakat yang suka memelihara hewan peliharaan mengandung rabies, dapat menjaga hewan peliharaannya dan jangan dibiarkan berkeliaran,” harapnya.(618)
Waspadai ! Anjing Gila
Senin 13-04-2015,19:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB