BENGKULU, BE - Sejumlah warga Kota Bengkulu mengesalkan tidak bisa menerima dana Program Simpanan Keluarga Sejahter (PSKS) tahun 2015. Sebab, mereka dinyatakan telah pindah domisili. Rusdi Abas (45), warga Sawah Lebar mengatakan, pihaknya kecewa dengan Cabang PT Pos Bengkulu yang tidak memberikannya dana PSKS tersebut. \"Dari pihak panitia meminta surat keterangan pindah kepada saya. Karena memang saya sebelumnya tinggal di Belakang Pondok,\" katanya kepada BE, kemarin. Menurut Rusdi, seharusnya pihak panitia mensosialisasikan hal ini sebelum dana kompensasi atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tersebut dibagikan kepada mereka yang berhak. \"Kalau sesuai persyaratan yang lama saya sudah lengkap. KTP, Kartu Keluarga dan Kartu Jaminan Sosial, semua saya miliki. Masak hanya karena surat kererangan pindah saya jadi dipersulit,\" imbuhnya. Senada diungkapkan Nurlela (35), warga Kelurahan Kampung Bali. Warga yang dahulu berdomisili di Kelurahan Penuranan ini juga belum bisa mengambil dana PSKS karena tidak memiliki surat keterangan pindah domisili. \"Kemarin saya sudah datang mengantre. Tapi pas giliran saya tiba, saya diminta surat pindah domisili. Sehingga bantuan untuk saya tidak bisa diambil. Saya heran kok jadi dipersulit. Padahal yang saya tahu dimanapun kita berada asal ada kartunya tetap bisa menerima bantuan,\" ketusnya. Dikonfirmasi, Kepala Cabang PT Pos Bengkulu Sudirjo mengatakan, setiap warga yang pindah domisili memang harus memiliki surat keterangan pindah. Hal ini diperlukan agar petugas yang melakukan verifikasi tidak ragu dalam membagikan dana bantuan yang dirapel untuk triwulan pertama tahun 2015 tersebut. \"Kalau terjadi kesalahan pembayaran karena alamat yang tidak sesuai, kita khawatir akan terjadi salah pemberian. Tapi kami memastikan semua yang telah memenuhi syarat pasti akan mendapatkan bantuannya,\" demikian Sudirjo. (009)
Pindah, Warga Miskin Tak Terima PSKS
Senin 06-04-2015,09:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB