Banner HONDA

Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana

Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana

Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana-IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Tantangan pelayanan kesehatan di Provinsi Bengkulu tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas pengobatan, tetapi juga kesiapan tenaga medis menghadapi situasi darurat, termasuk bencana alam. Karena itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Bengkulu diharapkan mengambil peran lebih besar dalam memperkuat pelayanan kesehatan dan meningkatkan kompetensi dokter spesialis penyakit dalam.

Harapan tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, saat mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu dalam pelantikan Pengurus PAPDI Cabang Bengkulu Periode 2025–2028 di Hotel Mercure Bengkulu, Sabtu (7/11/2026).

Khairil mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru PAPDI Cabang Bengkulu. Ia berharap organisasi profesi tersebut tidak sekadar menjalankan roda organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga medis, pengembangan ilmu kedokteran, serta pemerataan akses pelayanan kesehatan harus menjadi perhatian bersama.

Terlebih, Bengkulu memiliki tantangan geografis dan tingkat kerawanan bencana yang perlu diantisipasi. Provinsi ini berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik yang berpotensi mengalami bencana alam, seperti gempa bumi hingga tsunami.

BACA JUGA:Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB

BACA JUGA:Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama

“Provinsi Bengkulu berada di kawasan Ring of Fire yang memiliki potensi risiko bencana cukup tinggi. Karena itu, kesiapsiagaan sektor kesehatan menjadi sangat penting. Kami berharap PAPDI dapat mengambil peran strategis dalam meningkatkan kapasitas tenaga medis, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan dan pelayanan kesehatan ketika terjadi bencana,” ujarnya.

Khairil menilai, organisasi profesi seperti PAPDI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam membangun sektor kesehatan. Tidak hanya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga pengembangan keilmuan dan penguatan sistem pelayanan kesehatan.

Sementara itu, berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat PAPDI Nomor 337/PP PAPDI/SK/XI/2025 tanggal 19 November 2025, kepengurusan PAPDI Cabang Bengkulu periode 2025–2028 dipimpin dr. Annelin Kurniati, Sp.PD, FINASIM sebagai ketua.

Posisi Wakil Ketua I dipercayakan kepada dr. Ety Febrianti, Sp.PD, K-G.E.H, FINASIM, sedangkan Wakil Ketua II dijabat dr. Merianson, Sp.PD, K-P.M.K, FINASIM. Adapun jabatan sekretaris diemban dr. Mulya Sundari, Sp.PD, FINASIM dan bendahara dijabat dr. Ellidya Mustika, Sp.PD, FINASIM.

Untuk menjalankan program organisasi, kepengurusan baru juga diperkuat sejumlah bidang strategis. Di antaranya Bidang Hukum dan Pembelaan Anggota, Pengembangan Layanan dan Advokasi Kompetensi Penyakit Dalam, Pendidikan, Pelatihan dan Ilmiah, Hubungan Antar Lembaga dan Jaminan Kesehatan Nasional, serta Penelitian dan Kompetisi Ilmiah.

Selain itu, terdapat bidang Seni Budaya dan Olahraga, Entrepreneurship, Suka Duka dan Gathering Keluarga, Pengabdian Masyarakat, Kerohanian dan Kesehatan Mental, Media, serta Fund Raising.

Ketua Umum Pengurus Pusat PAPDI, Dr. dr. Eka Ginanjar, Sp.PD, K-Kv, FINASIM, FACP, FICA, MARS, SH, berharap kepengurusan baru PAPDI Cabang Bengkulu dapat semakin solid dalam menjalankan roda organisasi dan merealisasikan berbagai program kerja secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: