BENGKULU, BE - Instalasi Hemodialisa (HD) RSUD M Yunus Bengkulu, pagi kemarin (5/4) memperingati Hari Ginjal se-Dunia dengan mengundang semua pasien dan keluarga pasien gagal ginjal yang berobat ke RSMY Bengkulu. Acara dilangsungkan di Wedika Hotel Bengkulu itu dihadiri oleh Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi H Amin Kurnia SKM MM, Kadis PU Ir Andi Rosliansyah MT, Plt Dirut RSMY dr H Syafriadi MM dan jajarannya. Dalam sambutannya, Syafriadi menyebutkan bahwa penyebab gagal ginjal berawal dari penyakit darah tinggi dan kencing manis (diabetes malitus). Kedua penyakit tersebut merupakan penyebab utama gagal ginjal, selain itu ada pula keturunan dan Sunatullah. \"Penyakit gagal ginjal ini sudah ketentuan Allah dan prilaku kita sendiri. Prilaku kita sendiri yang menyebabkan gagal ginjal ada 2, yakni darah tinggi dan kencing manis. Kalau kedua penyakit ini dijaga dengan baik, maka kita bisa mencegah terjadinya gagal ginjal,\" kata Syafriadi. Jika sudah terkena gagal ginjal, lanjutnya, akan berdampak besarnya biaya yang dikeluarkan untuk melakukan cuci darah. Karena untuk sekali cuci darah saja setidaknya menghabiskan uang jutaan rupiah perminggunya. \"Untuk pencegahan kencing manis dan darah tinggi adalah dengan minum yang cukup. Dan yang penting lagi adalah lebih baik mencegah daripada mengobati, karena untuk sekali cuci darah saja biaya Rp 700 ribu. Sedangkan normalnya paling tidak antara 2 hingga 3 kali seminggu,\" terangnya. Untuk saat ini, jumlah pasien cuci darah di RSMY Bengkulu mencapai 156 orang, sedangkan alat yang tersedia hanya 21 unit. Akibat kekurangan mesin pencuci darah tersebut membuat pasien hanya bisa melakukan pencucian darah 1-2 kali setiap munggunya. \"Idealnya kita harus memiliki 40 unit mesin pencuci darah, tapi untuk saat ini kita baru ada 21 unit sehingga pasien harus mengantre. Kita akan cari solusinya dengan mengambil 1 ruangan khusus agar alatnya bisa ditambah dan pelayanan lebih prima lagi,\" papar Syafriadi. Untuk itu, ia mengajak kepada keluarga pasien dan masyarakat Bengkulu yang masih sehat untuk melakukan pencegahan sejak dini. Karena sudah terkena gagal ginjal dengan membiasakan hidup sehat. Sementara itu, Gubernur Bengkulu H Junaidi mengatakan bahwa banyaknya pasien gagal ginjal tersebut ujian bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu. Karena Pemprov dituntut untuk mengatasi keluhan pasien, seperti kurangnya mesin pencuci darah dan pelayanan untuk pasien tersebut. \"Jangankan gagal ginjal, flu penyakit yang paling ringan saja orang tidak mau. Mungkin ini bentuk ujian yang diberikan kepada pasien dan kita semua. Ketika sehat kita kerap kali tidak sadar bahwa kesehatan itu sangat mahal,\" tukasnya.(400)
Dari Peringatan Hari Ginjal se-Dunia 2015, Waspadai Darah Tinggi dan Kencing Manis
Senin 06-04-2015,08:19 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 24-03-2026,19:15 WIB
Sopir Tak Tersedia, Jenazah Diantar Pickup, Pemkab Lebong Bertindak
Selasa 24-03-2026,17:13 WIB
DPRD Soroti Seleksi 11 JPT Pratama Pemkot Bengkulu, Tekankan Transparansi dan Kualitas Pejabat
Selasa 24-03-2026,18:53 WIB
Tarif Pantai Cemoro Sewu Disorot, BKSDA Bengkulu Tegaskan Sudah Sesuai Aturan
Selasa 24-03-2026,17:18 WIB
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Mukomuko Wajib Hadir, Pemkab Siapkan Sidak ke OPD
Selasa 24-03-2026,18:17 WIB
Puluhan Ribu Wisatawan Padati Destinasi Wisata Kota Bengkulu Saat Lebaran
Terkini
Rabu 25-03-2026,15:59 WIB
Bupati Rifai Tajuddin Warning ASN: Jangan Tambah Libur
Rabu 25-03-2026,15:54 WIB
Tragis! Pria di Bengkulu Nyaris Tewas Setelah Dibakar Mantan Kekasih
Rabu 25-03-2026,15:31 WIB
Pantai Batu Kumbang Dipadati Wisatawan, Kapolres Mukomuko Larang Pengunjung Berenang
Rabu 25-03-2026,15:28 WIB
Kapolres Kaur Turun Langsung Bantu Pemudik Pecah Ban
Rabu 25-03-2026,15:23 WIB