TALANG EMPAT, BE - Hingga saat ini polemik asap dari pabrik pengelolaan sawit PT Palmamas, di Desa Talang Empat Kecamatan Talang Empat terus bergulir. Sekalipun hampir merata warga setempat berkerja di perusahaan tersebut, kenyaataannya masih ada warga yang mengeluhkan dampak dari keberadaan pabrik itu. Pasalnya, setiap hari rumah warga dikotori oleh asap yang ditimbulkan pabrik. Ironisnya warga takut melakukan protes, selain takut dipecat oleh perusahaan. Warga juga takut dikucilkan masyarakat, karena kebanyakan warga setempat bekerja diperusahaan tersebut. \"Dulu warga sudah pernah menyampaikan protes. Bahkan kita sudah melapor ke dewan. Tetapi hasilnya juga tidak ada, masih saja seperti ini, sekarang jika kita yang memprotes bisa bermusuhan dengan warga karena meraka bekerja disana,\" tutur sebut saja (23) warga Desa Talang Empat yang meminta namanya dirahasiakan. Warga mengatakan, asap pekat terjadi dari siang hingga malam hari.Bahkan asap tersebut memenuhi ruangan rumah warga, yang mengakibatkan sesak nafas. \"Kondisinya siang malam terjadi, kita tidak dapat berbuat banyak. Terlebih lagi asap itu mengotori perabotan rumah tangga,\" sebutnya. Bahkan kotoran berbentuk kelatung hitam yang disebarkan asap pabrik sawit tersebut masuk hingga ke kamar mandi warga. Kondisi itu mengakibatkan pinggiran bak penampungan airpun menjadi hitam. Kondisi ini sudah dialami warga sejak beberapa tahun lalu. \"Sudah kita lapor hingga ke dewan, kondisinya masih juga seperti ini. Meskipun sudah ada kesepatan yang dibuat,\" ungkapnya Sementara itu Pjs Kades Talang Empat Alim Jaya ketika dikonfirmasi mengakui jika sebelumnya ada protes warga soal asap tersebut. Tetapi persoalan itu terjadi tahun lalu kala Alim belum menjabat Kades. \"Itu persoalanya sebelum saya jadi pjs Kades. Menurut saya yang lebih baik menjelaskannya Kades sebelumnya bukan saya,\" elak Alim. Alim mejelaskan sejauh dirinya menjabat Pjs Kades tidak ada laporan warga, yang mengeluh rumahnya tergangggu dengan keberadaan asap PT Palmamas itu. \"Selama tiga bulan menjabat, tidak ada yang memasukan laporan. Warga juga sudah banyak yang bekerja disana. Karena pertanian sudah tidak menjanjikan bagi rakyat,\" ungkap Alim. Alim menuturkan siap memperjuangkan aspirasi masyarakat, jika keberadaan perusahaan dianggap menimbulkan penyakit bagi masyarakat. Tetapi warga harus mengajukan laporan tertulis dengan bukti-bukti kuat akan penyakit yang ditimbulkan oleh asap perusahaan kelapa sawit tersebut. \"Jika mereka melapor lewat SMS atau tertulis, kita selaku pemerintah desa akan menindak lajutinya. Namun kalau hanya katanya kita tidak memiliki landasan untuk melakukan tindak lanjut,\" tegas Kades. (320)
Asap Pabrik PT Palmamas Dikeluhkan
Jumat 06-03-2015,18:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 11-04-2026,13:34 WIB
Pangdam XXI/Radin Inten Warning Penyerobot Lahan Hutan di Mukomuko
Sabtu 11-04-2026,18:51 WIB
Polres Bengkulu Selatan Bersihkan Masjid, Wujudkan Lingkungan Ibadah ASRI
Sabtu 11-04-2026,14:51 WIB
Modus Klarifikasi Dana Desa, Kades di Bengkulu Selatan Diduga Diperas Oknum LSM
Sabtu 11-04-2026,14:29 WIB
Pjs Kades Batu Kuning Resmi Dilantik, Sekda Bengkulu Selatan Tekankan Amanah dan Sinergi Pembangunan
Sabtu 11-04-2026,13:35 WIB
Jaksa Tuntut Dua Eks Pejabat Bengkulu di Kasus Pasar Panorama, Kerugian Negara Capai Rp12,07 Miliar
Terkini
Sabtu 11-04-2026,18:54 WIB
Bupati Bengkulu Selatan Jawab Keluhan Nelayan, Break Water Muara Pasar Bawah Dibangun
Sabtu 11-04-2026,18:51 WIB
Polres Bengkulu Selatan Bersihkan Masjid, Wujudkan Lingkungan Ibadah ASRI
Sabtu 11-04-2026,18:48 WIB
Kapolda Bengkulu Turun Langsung, Konservasi Penyu Warga Terancam Abrasi Dapat Perhatian
Sabtu 11-04-2026,15:38 WIB
Bupati Rifai Tajudin Jemput Dana Hibah ke BNPB, Perkuat Program Pascabencana
Sabtu 11-04-2026,15:22 WIB