BENTENG, BE - Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu Tengah (Benteng) tidak dapat memperbaiki kerusakan irigasi persawahaan, di Desa Srikuncoro Kecamatan Pondok Kelapa. Pasalnya, pembangunan dan perawatan irigasi yang mengairi 1000 hektar lebih lahan persawahaan di Desa Srikuncoro serta Linggar Galing Kecamatan Pondok Kubang tersebut, merupakan wewenang Balai PU. \"Untuk air rawah hitam kanan-kiri itu tanggung jawabnya Balau 7 (Kementarian PU). Kita tidak memiliki wewenang melakukan perawatan apalagi perbaikan,\" jelas Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bengkulu Tengah, Zulman Fauzi SSos. Menurut Zulman, dalam ketentuan yang berlaku untuk luasan lahan persawahan diatas 600 hektar, merupakan tanggung jawab Provinsi dan Kementrian. Sehingga pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu Tengah melalui Dinas PU tidak menganggarkan dana pembangunan irigasi dan perawatannya dilahan persawahan Desa Srikuncoro tersebut. \"Sebelumnya memang masuk ke kita, tapi sekarang sudah diambil alih oleh Balai 7 (Kementarian PU),\" ujarnya. Proposal permintaan masyarakat Linggar Galing dan Desa Srikuncoro, agar dialiran rawah hitam tersebut dibangun pintu air. Supaya lahan persawahan tidak selalu terendam air dikala musim hujan dan kekurangan disaat musim kemarau tidak dapat dipenuhi pihak PU Bengkulu Tengah. \"Proposal permintaannya sudah kita sampikan ke Provinsi dan Balai 7. Agar ditindak lanjuti, karena kita tidak memiliki kewenangan untuk membangunnya. Pengambil alihan itu sudah dilakukan sejak tahun lalu,\" sebut Zulman. Sebelumnya, akibat hujan sepajang hari Rabu (18/2) lalu menyebabkan sekitar 500 hektar sawah, di Desa Srikuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Tengah terendam banjir. Genangan air hingga kedalam paham orang dewasa merendam pagi yang baru berumur sebulan. Kondisi tersebut mempengaruhi kualitas padi yang tidak menjadi baik jika terus menurus terendam. Untuk itu warga Srikuncoro mengharapkan ada solusi yang diberikan oleh Pemerintah Daerah mengatasi persialan yang sudah setiap tahun dialami masyarakat. \"Dalam pertemuan-pertemuan dengan pemerintah sudah sering kita sampaikan kondisi ini, tetapi belum juga ada tanggapan,\" ungkap Fatma (36) warga sekitar yang berbincang dengan jurnalis. (320)
Sawah Srikuncoro Terabaikan
Sabtu 21-02-2015,18:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 21-05-2026,18:07 WIB
Ingin Gelar Edukasi Safety Riding Gratis? Astra Motor Bengkulu Beberkan Syarat dan Alur Pengajuannya
Kamis 21-05-2026,16:44 WIB
Harga TBS Hancur di Bawah Rp3.000, Dinas Pertanian Mukomuko Protes Keras ke Tim Provinsi Bengkulu
Kamis 21-05-2026,17:04 WIB
Pangkas Stigma Negatif, PIC Community Pastikan Anggota Club Honda Dibekali Wawasan Berkendara Aman
Kamis 21-05-2026,16:40 WIB
PUPR Kota Bengkulu Normalisasi Sungai Jenggalu di Tapak Jeda, Antisipasi Banjir hingga ke Muara
Kamis 21-05-2026,19:00 WIB
Senator Destita Bekali Pegawai Dikbud Prov Bengkulu dengan Pelatihan Video Animasi AI
Terkini
Jumat 22-05-2026,12:54 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Pecinta Honda PCX 160 untuk Riding dan Nongkrong Bareng
Jumat 22-05-2026,10:22 WIB
Usut Dugaan Korupsi Pasar Pagar Dewa, Kejari Bengkulu Geledah Rumah Ketua Koperasi dan Sita 200 Dokumen
Kamis 21-05-2026,19:00 WIB
Senator Destita Bekali Pegawai Dikbud Prov Bengkulu dengan Pelatihan Video Animasi AI
Kamis 21-05-2026,18:07 WIB
Ingin Gelar Edukasi Safety Riding Gratis? Astra Motor Bengkulu Beberkan Syarat dan Alur Pengajuannya
Kamis 21-05-2026,17:04 WIB