KAUR SELATAN,BE - Para petani di Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur resah dengan munculnya serangan burung pipit dalam jumlah besar sejak beberapa hari terakhir. Burung yang menyerang tanaman padi berusia empat bulan dan memakan butiran padi itu jumlahnya mencapai ribuan ekor, sehingga membuat petani kewalahan mengusirnya. “Setiap pagi hingga petang, hama Burung Pipit ini selalu menyerang tanaman padi kami,” kata Emi (45), salah satu petani Desa Gedung Sako Kecamatan Kaur Selatan kemarin. Dikatakannya, peralatan yang digunakan petani sangat sederhana. Selain itu para petani juga khawatir dengan tingginya intensitas serangan burung pipit tersebut bisa berdampak anjloknya hasil panen nanti. . “Melihat burung pipit datang bergerombol menghinggapi persawahan, kami merinding sendiri. Karena, gerombolan burung yang datang mencapai ribuan ekor sekaligus untuk memakan biji padi yang menguning,” ujarnya. Berbagai upaya untuk mengusir burung itu sudah dilakukan, tetap tak juga membuahkan hasil. Burung-burung itu pergi hanya beberapa saat, tak lama datang lagi. Mungkin karena petani menggunakan peralatan sederhana untuk mengusir burung tersebut. Misalnya, membentangkan tali ke tiang di tengah sawah, dan di beberapa lokasi pada tali dipasang plastik. Pada saat burung datang, petani menggoyangkan tali, dan burung yang hingga di tanaman padi langsung beterbangan. \"Kami kewalahan, soalnya jumlah burungnya sangat banyak jadi harus terus menerus mengusir burung itu setiap kali datang lagi,\" keluhnya. Hal serupa juga disampaikan Yanan (57), petani lain. Ia mengatakan kehadiran burung pipit di desanya berjumlah hingga ribuan dikarenakan masa panen di daerah itu tidak lagi serentak. Akibatnya, Burung Pipit secara bergilir mendatangi wilayah yang tanaman padinya sudah menguning. “Pemicu utama untuk hama burung adalah sebagai petani saat ini tidak menganut pola tanam serentak,” ucapnya. Dia mengatakan, Burung Pipit sering menyerang tanaman padi petani setiap menjelang masa pembuahan, yaitu ketika butiran padi baru muncul. Setiap tahunnya jumlah burung yang datang terus bertambah banyak. \"Kalau menjelang panen, tiap tahun selalu ada serangan burung. Tapi biasanya tak sebanyak sekarang,” ujarnya. Ditambahkannya, sasaran burung itu itu butiran padi muda yang baru keluar, sehingga bila tak dikendalikan hampir dipastikan hasil penen akan anjlok. Malahan tak menutup kemungkinan bisa gagal panen bila serangan dibiarkan begitu saja. Untuk mengatasi hali ini, dirinya harus siaga setiap pagi dan sore mengusir burung-burung itu. (618)
Ribuan Burung Pipit Serang Padi
Jumat 20-02-2015,20:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 21-03-2026,17:58 WIB
Terkait Beredar Mobil Dinas Parkir di Depan Warung Remang-Remang, Ini Tanggapan Assisten II Pemkot Bengkulu
Sabtu 21-03-2026,17:52 WIB
Bupati Bengkulu Utara Lepas Pawai Takbir Keliling
Minggu 22-03-2026,14:54 WIB
Geliat Roda Ekonomi di Balik Arus Mudik: Antara Tradisi dan Potensi Kebijakan “Gerak Bersama"
Minggu 22-03-2026,15:07 WIB
Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi pada 24 sampai 29 Maret 2026
Minggu 22-03-2026,15:25 WIB
Pawai Obor Terangi Kota Manna
Terkini
Minggu 22-03-2026,17:43 WIB
Garuda Indonesia Hentikan Operasional di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu
Minggu 22-03-2026,17:09 WIB
Propam Polda Bengkulu Ingatkan Anggota Jaga Disiplin dan Maksimalkan Pelayanan ke Masyarakat
Minggu 22-03-2026,17:06 WIB
Akui Kesalahan Terdakwa Kasus Koripso Batubara Siap Kembalikan KN Rp159 M
Minggu 22-03-2026,17:02 WIB
Pemerintah Pastikan Haji 2026 Aman, CJH Bengkulu Diminta Tak Terpengaruh Isu Global
Minggu 22-03-2026,16:59 WIB