-------------
LAPORAN : YERRY NOVEL
-----------
Ulfiah yang masih kelas 3 sekolah luar biasa (SLB) Manunggal, Slawi itu sudah tiga tahun merokok. ”Ulfi sudah merokok sejak berumur tujuh tahun,” kata ibunya, Marwati, 50, saat ditemui Radar Tegal (Grup JPNN) kemarin.
Kebiasaan buruk anak bungsu dari enam bersaudara itu bermula setelah mencoba menghisap sisa rokok ayahnya, Tarmudi, 50.
Sejak itu, Marwati mengatakan, Ulfi terus merengek tiap melihat ayah atau tetangganya yang sedang merokok. Marwati sudah kewalahan untuk menghentikan kebiasaan buruk anaknya yang kini duduk di kelas III Sekolah Luar Biasa Manunggal, Slawi, Kabupaten Tegal. ”Dia mengamuk kalau dilarang merokok,” ujar Marwati.
Kecanduan rokok Ulfi semakin parah karena tepat di sebelah rumahnya ada warung kelontong yang menjual rokok eceran. Dalam sehari, Ulfi bisa mondar-mandir hingga puluhan kali dari rumahnya ke warung kelontong milik tetangganya, Sahadi.
Tanpa membawa uang, Ulfi datang ke warung Sahadi untuk meminta sebatang rokok filter merk tertentu. Harga rokok eceran itu Rp 1.200 per batang. Marwati yang membayar seluruh rokok eceran yang diminta Ulfi.
”Ulfi tidak merokok ketika ke sekolah dan tidur saja. Di luar itu, dia selalu merokok,” kata Marwati.
Menurut Mawarti, Ulfi sangat mahir menyulut rokok sendiri dengan menggunakan korek gas. Tiap satu batang rokok eceran itu hanya diisap tiga kali kemudian dipatah-patah dan dibuang. Namun, sesudah itu Ulfi segera ke warung Sahadi untuk meminta rokok eceran lagi, begitu seterusnya.
Malu karena kebiasaan buruk Ulfi yang tiap hari mondar-mandir meminta rokok eceran, Marwati pernah membelikan sebungkus rokok sekaligus. ”Tapi dia tidak mau kalau diberi rokok sebungkus. Maunya mengecer rokok per batang,” ujar Mawarti.
Sementara itu, ketika Sahadi ditanya ihwal larangan pemerintah yang melarang anak-anak merokok, pihaknya membenarkan. Namun, dia tidak bisa menolak permintaan Ulfi. Dia selalu meladeni ketika Ulfi meminta rokok.
”Kalau tidak dikasih rokok, Ulfi mengamuk sampai membenturkan kepalanya ke tembok,” kata lelaki 47 tahun itu.
Camat Talang Imam Maskur saat mendengar kabar tersebut, pihaknya bergegas mendatangi lokasi. Imam mengaku prihatin dengan kondisi Ulfi yang kabarnya sudah tiga tahun mempunyai hobi menghisap rokok.
Melihat demikian, Imam langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan supaya ada penanganan khusus untuk anak tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan melaporkan ke Bupati. ”Besok (hari ini) saya akan melaporkan ke Pak Bupati,” ungkapnya. (*/fta)
Gadis Mungil, Habiskan Dua Bungkus Rokok Setiap Hari
Kamis 29-01-2015,09:17 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 14-05-2026,18:28 WIB
Dukung Polda Bengkulu Usut Penimbunan Biosolar, Pertamina Ancam Sanksi Tegas SPBUN Nakal
Kamis 14-05-2026,18:30 WIB
Bapenda Bengkulu Catat Ribuan Kendaraan Ikuti Pemutihan Pajak, Layanan Samsat Desa Jadi Kunci
Kamis 14-05-2026,18:24 WIB
Eks Bupati Bengkulu Utara dan Mantan Kadis Tambang Segera Disidang
Kamis 14-05-2026,14:57 WIB
Layanan Kependudukan di Kota Bengkulu Tetap Beroperasi Selama Cuti Bersama 14-15 Mei 2026
Kamis 14-05-2026,14:59 WIB
Terima LHP Banpol 2025, Kesbangpol Kota Bengkulu Pastikan Pertanggungjawaban Partai Politik Sesuai Aturan
Terkini
Jumat 15-05-2026,12:43 WIB
Astra Motor Bengkulu Edukasi Keselamatan Berkendara di ACC Bengkulu
Jumat 15-05-2026,09:16 WIB
Lima Kantor Camat di Bengkulu Selatan Bakal Direhab, Bupati Siapkan Konsep Seragam
Jumat 15-05-2026,09:14 WIB
Camat Pino Raya Minta Kades Aktif Data Rumah Tak Layak Huni di Wilayah Masing-Masing
Jumat 15-05-2026,09:12 WIB