ARGA MAKMUR, BE - Bupati Dr Ir H M Imron Rosyadi MM MSi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara (BU) terus memantau dan mengawasi perusahaan pertambangan dan perkebunan. Pernyataan tersebut menjadi jawaban atas penilaian sejumlah fraksi DPRD terkait minimnya kontrol Pemkab. \"Kami menerbitkan izin usaha pertambangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009,\" kata Bupati Imron, kemarin (21/1). Dikatakannya, berdasarkan pantauan tim pemantau dan evaluasi Pengelolaan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi, perusahaan pertambangan batu bara hingga kini telah melaksanakan tahapan reklamasi. Hal tersebut sebagai jawaban atas penilaian masalah kurang tegasnya terhadap perusahaan yang belum reklamasi pasca tambang dari Fraksi DPRD Merah Putih. Menurut bupati, berdasarkan pasal 68 Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Reklamasidan Pasca Tambang Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, jika tidak meakukan rekamasi, maka sanksi yang diberikan terdiri dari sanksi administratif yang diberikan pada pemegang IUP yang melalaikan pelaksanaan reklamasi adalah peringatan tertulis. \"Selanjutnya, penghentian sementara sebagian atau seluruh kegiatan pertambangan, dan terakhir pencabutan IUP operasi produksi dan pihak kami telah memberikan sanksi sesuai kelalaian pemegang IUP tersebut,\" jelasnya. Pengawasan tersebut, kata Imron, telah diberikan pada dinas terkait. Namun, setiap perusahaan tambang usai melakukan kegiatan pertambangan, memang harus melakukan reklamasi, yang bertujuan untuk memulihkan, menata dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai dengan fungsinya. \"Berdasarkan hasil pantauan tim pemantau, perusahaan pertambangan batu bara sudah melaksanakan tahapan reklamasi pasca beroperasi,\" ungkapnya. Sementara itu, terkait pandangan umum Fraksi Perjuangan Kebangkitan Nurani yang menyoroti kurangnya pengawasan terhadap investor batu bara, dikatakan Imron, bahwa penyampaian laporan dari pemegang IUP secara berkala merupakan kewajiban. Apabila pemegang IUP dalam laporannya tidak benar, maka sesuai dengan pasal 159 Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009, pemilik IUP dapat dipidana penjara 10 tahun dan denda Rp 10 miliar. Karena itu, data yang disampaikan perusahaan tersebut merupakan data akurat. (927)
Bupati: Pemkab Awasi Tambang Batu Bara
Kamis 22-01-2015,16:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 03-11-2026,12:22 WIB
Tak Perlu Surat Pengantar, Ini Cara Pindah Faskes BPJS Antar-Kota via Mobile JKN
Selasa 03-11-2026,13:28 WIB
Megawati Hangestri Debut di Hyundai Hillstate, IBK Altos Jadi Ujian Pertama
Selasa 03-11-2026,10:25 WIB
Ferry Boboho Bongkar Kisah Awal Kenal Febrie Adriansyah, Singgung Mantan Wakajagung
Selasa 03-11-2026,12:09 WIB
Musim Hujan Bikin Biji Kopi Berjamur? Ini Cara Menjemur dan Menyimpan yang Tepat
Selasa 03-11-2026,12:49 WIB
Musim Hujan Tiba! Ini 5 Cara Ampuh Mencegah Atap Rumah Bocor
Terkini
Selasa 03-11-2026,22:35 WIB
Eks Kapolri Hingga Perwira Polri Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Milik Presiden
Selasa 03-11-2026,16:25 WIB
Ahli UI Soroti Pemisahan Perkara Korupsi PLTA Musi, Ingatkan Risiko Dua Kali Penghukuman
Selasa 03-11-2026,16:22 WIB
Rotasi Pejabat Eselon II Pemkot Bengkulu Ditargetkan Tahun Ini
Selasa 03-11-2026,16:15 WIB
Pemkot Bengkulu Siapkan Beasiswa Kuliah 2027, Warga Kurang Mampu dan Anak Berprestasi Jadi Prioritas
Selasa 03-11-2026,16:10 WIB