BENGKULU, BE - Setelah membentuk tim khusus (timsus), Direktorat Reskrim Umum Polda Bengkulu langsung bergerak cepat dalam menangani kasus laporan penipuan yang menjanjikan dapat meluluskan menjadi CPNS bagi sebanyak 18 orang honorer kategori I dan II di lingkungan Pemda Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dengan jumlah kerugian yang dialami para korban mencapai hingga miliaran rupiah tersebut, penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Dit Reskrim Umum Polda Bengkulu, kemarin (2/12) telah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor atau pelaku, yang merupakan mantan Kepala Puskesmas Taba Lagan, Me. \"Ya, terlapor telah kita periksa. Namun, kapasitasnya masih sebatas saksi,\" terang Dir Reskrim Umum Polda Bengkulu, Kombes Pol Dadan. Status terlapor sebagai saksi itu, sambung Dadan, dapat saja berubah menjadi tersangka. Hanya saja, peningkatan status itu baru dapat dilakukan setelah ada hasil dari pemeriksaan saksi tersebut. Di dalam pemeriksaan yang dimulai dari pukul 9.00 WIB hingga ke pukul 13.00 WIB, masih seputar kronologis dari mulai terlapor menerima uang, dikelurkan SK (Surat Keputusan) palsu hingga kasus ini dilaporkan ke Polda Bengkulu oleh para korban. \"Terlapor baru kita periksa pertama kali, sehingga belum dapat saya bicara banyak,\" katanya. Dadam menambahkan, agenda hari ini (Rabu/3/11), pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap Kepala BLH Benteng, Hendrik Oktober. Sebab, pejabat eselon II dilingkungan Pemda Benteng itu, diduga ikut mengetahui proses hingga kasus penipuan itu terjadi. Pasalnya, terlaporkan memberikan sejumlah uang dari para korban itu kepada anak buah kepala BLH, yaitu Nurisman. \"Ya, Kepala BLH akan kita periksa dan pemeriksaan terus akan kita lanjutkan,\" sampainya. Sementara itu, terlapor Mestiana, kepada wartawan membantah jika dirinya disebut -sebut dapat menjadikan para korban sebagai CPNS. Selain itu, dirinya juga membantah jika dirinya telah memunggut uang kepada korban. Melainkan, para korban itulah justru yang mendatangi kerumahnya dan meminta tolong untuk dijadikan sebagai CPNS melalui perekrutan honorer K I dan II tersebut. \" Saya tidak pernah berjanji dapat melulus para korban ini sebagai CPNS. Melainkan, korban itu sendiri yang meminta tolong kepada saya,\" akunya. Menurutnya, dalam hal ini, dirinya juga merupakan korban dalam kasus penipuan yang diduga melibatkan sejumlah pejabat di Bumi Maroba Kite Maju tersebut. Bahkan, sebanyak sekitar 6 orang anggota keluarganya, juga terkena dalam aksi penipuan yang dilakukan oleh pejabat BLH tersebut. \" Uang dari para korban itu, secara utuh saya serahkan kepada pak Nurisman tersebut. Hanya saja, saat ini pak Nurisman mengaku lupa ingatan setelah mengalami kecelakaan,\" tandasnya. (111)
Terlapor Calo Honorer Benteng Diperiksa
Rabu 03-12-2014,11:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 01-09-2026,16:58 WIB
Relawan SPPG Ratu Agung Keluhkan Hak Kerja dan BPJS Kesehatan
Selasa 01-09-2026,23:02 WIB
Astra Motor Bengkulu Umumkan 5 Finalis AHM Best Student 2026, Siap Bertarung di Tingkat Regional
Selasa 01-09-2026,23:15 WIB
Serbu Promo Honda September, Ada Potongan Angsuran hingga Rp7,2 Juta
Rabu 02-09-2026,10:56 WIB
Benarkah Air Kelapa Bisa Menggantikan Minuman Elektrolit? Ini Faktanya
Rabu 02-09-2026,10:07 WIB
Cara Mengupas Nanas agar Tidak Bikin Lidah Gatal, Ternyata Ada Triknya
Terkini
Rabu 02-09-2026,13:19 WIB
HP dan Ngantuk Jadi Pemicu Utama, Lakalantas di Mukomuko Tembus 72 Kasus
Rabu 02-09-2026,13:15 WIB
Tertahan di Mukomuko Akibat Gaji Sebulan Tak Dibayar, 8 Buruh Asal Jabar Akhirnya Dipulangkan
Rabu 02-09-2026,13:14 WIB
Mukomuko Gandeng Tharabumi Bangun Pabrik Penggilingan Padi di Aur Cina
Rabu 02-09-2026,12:03 WIB
Ternyata Bukan Overcharge, Ini Kebiasaan yang Bisa Bikin Baterai HP Cepat Menurun
Rabu 02-09-2026,11:29 WIB