BENGKULU, BE - Rencana kedatangan Presiden Ir H Joko Widodo ke Bengkulu Selasa (25/11) akan dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk berunjuk rasa. Rencananya, demo yang akan melibatkan berbagai organisasi ini akan dilakukan secara besar-besaran, yakni mulai dari kedatangan Jokowi hingga meninggalkan Bengkulu. Tuntutan pendemo pun akan sama seperti tuntutan pada demo sebelumnya, yakni menolakan kenaikan harga BBM, karena masyarakat semakin disengsarakan dengan dinaikkan harga BBM tersebut. \"Rencananya kami akan menggelar aksi sejak kedatangan Jokowi pada Selasa sore, kemudian unjuk rasa akan berlanjut hingga Rabu siang dan kami baru akan membubarkan diri setelah Jokowi meninggalkan Bengkulu,\" kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu, Abdul Aziz, kemarin sore. Menurutnya, yang akan menggelar aksi tersebut bukan hanya mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bengkulu, namun pihaknya juga akan mengajak organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat (Ormas), para buruh atau pekerja dan masyarakat untuk bersatu menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM tersebut. \"Kita akan bergabung dengan sejumlah organisasi lain, karena kita akan menggelar aksi besa-besaran,\" ucapnya. Untuk menyatukan persepsi mengenai rencana unjuk rasa tersebut, hari ini (24/11) para mahasiswa tersebut akan menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi lainnya. Rapat itu juga akan membahas rencana lokasi tempat berunjuk rasa yang dinilai tepat dan bisa langsung berhadapan dengan Jokowi. \"Lokasi demo belum kita tetapkan, karena kita besok (hari ini, red) koordinasi dulu,\" ujarnya. Tuntutan pendemo ini tidak hanya menolak kenaikan BBM, tapi juga menuntut Jokowi turun dari jabatannya, karena dinilai tidak mampu menjadi presiden, mengingat belum cukup 1 bulan dilantik sudah menyengsarakan rakyat hanya untuk menjalankan programnya. Selain itu, juga mendesak Jokowi dan jajarannya untuk menindaktegas mafia migas, menolak setiap tindakan yang telah dilakukan aparat keamanan negara terhadap mahasiswa dalam pengamanan demontrasi BBM se-Indonesia beberapa waktu lalu. \"Kami juga akan menyuarakan kepentingan buruh, yakni agar UMP dinaikkan, optimalisasi pengelolaan pertanian hingga ke kemaritiman di Provinsi Bengkulu,\" ungkapnya. Senada juga disampaikan Menteri Politik dan Kajian Strategi BEM Universitas Bengkulu, Fery Efriadi. Ia mengaku hari ini juga akan melakukan koordinasi terlebih dahulu, baik secara internal, maupun dengan BEM se-Kota Bengkulu. \"Saya baru tahu bahwa Jokowi mau ke Bengkulu, kalau begitu besok kami koordinasikan dulu,\" katanya, kemarin. Sementara itu, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah enggan menanggapi rencana unjuk rasa besar-besaran oleh gabungan mahasiswa mahasiswa tersebut. (400)
Jokowi Disambut Demo
Senin 24-11-2014,09:33 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 11-06-2026,10:02 WIB
Polres Bengkulu Selatan Masih Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Pantai Pasar Bawah
Kamis 11-06-2026,12:18 WIB
Perkuat Komitmen Antikorupsi Saat SPMB, Pemkot Bengkulu Minta Kepsek Jauhi Pungli dan Gratifikasi
Kamis 11-06-2026,11:46 WIB
Danau Dendam Tak Sudah Disulap Jadi Ikon Wisata Baru Bengkulu, Pemprov Mulai Penataan Kawasan
Kamis 11-06-2026,15:51 WIB
Gubernur Helmi Hadiri Pemakaman Orangtua Bupati Seluma dan Senator Destita
Kamis 11-06-2026,21:05 WIB
Implementasi Kerja Sama, Ketua Prodi Jurnalistik FISIP UNIB Jadi Narasumber Seminar Internasional
Terkini
Kamis 11-06-2026,21:05 WIB
Implementasi Kerja Sama, Ketua Prodi Jurnalistik FISIP UNIB Jadi Narasumber Seminar Internasional
Kamis 11-06-2026,16:10 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Siswa Sekolah Binaan Berkarya Lewat Konten Sustainable Living Saat Libur Sekolah
Kamis 11-06-2026,15:51 WIB
Gubernur Helmi Hadiri Pemakaman Orangtua Bupati Seluma dan Senator Destita
Kamis 11-06-2026,15:45 WIB
Orangtua Senator Destita dan Bupati Seluma Tutup Usia, Dimakamkan di Kampung Halaman Desa Kembang Mumpo
Kamis 11-06-2026,15:15 WIB