PINO RAYA, BE – Program Pemerintah Pusat untuk mengentaskan kemiskinan dengan memberikan bantuan sapi kepaga warga miskin di Bengkulu Selatan (BS) belum turun sudah menuai protes. Warga memprotes karena nama mereka tidak masuk daftar sebagai anggota kelompok tani (poktan) penerima sapi bantuan. Padahal pemerintahan desa sebelumnya sudah meminta yang bersangkutan untuk mengumpulkan persyaratan. “Saya kecewa, nama saya dan dua teman saya tidak terdaftar dalam anggota kelompok tani penerima bantuan sapi, padahal kami sudah menyerahkan persyaratan,” kata Jailani (30), warga setempat kepada BE. Menurut Jailani, sebelumnya pihak pemerintahan desa tersebut yakni Sekretaris Desa, Hakimin menyampaikan informasi kepada warga jika di desanya akan ada bantuan sapi dalam tahun ini. Lalu dirinya dan warga lainnya termasuk kedua temannya yang tidak mendapatkan bantuan sapi yakni Kiwan (29) dan Adi (28) juga dimintai menyerahkan persyaratan yakni foto kopi KTP, foto kopi kartu keluarga (KK) dan uang sekitar Rp 100 ribu. Hanya saja setelah daftar nama turun, teryata nama dirinya dan kedua rekannya itu tidak ada. Bahkan saat ini warga yang sudah masuk kelompok tani penerima bantuan sapi sudah membuat kandang sapi, sedangkan dirinya dan kedua rekannya itu hanya melihat dan gigit jari. “Saat kami Tanya pada sekdes, malahan sekdes bilang akan diusulkan lagi tahun depan, bahkan sekdes juga menantang kami silahkan kalau mau mengadu,” ungkap Jailani geram. Sementara itu, Sekretaris Desa Cinto Mandi, Hakimin kepada BE kemarin membenarkan adanya warga desa yang complain kepada dirinya terkait daftar penerima bantuan sapi. Dirinya mengakui jika sebelumnya meminta warga untuk mengumpulkan persyaratan sebagai calon penerima bantuan sapi. Sebab tahun ini ada program pemerintah yakni Master Plan Penuntasan dan Pemberantasan Kemiskinan Indonesia (MP3KI). Lalu setelah program itu masuk ke desanya, ternyata di desanya hanya 4 kelompok yang menerima bantuan. Dalam setiap kelompok itu hanya 11 dan 12 orang anggotanya. Sedangkan warga di Desa Cinto Mandi sebanyak 112 kepala keluarga (KK). Adapun bantuan sapi itu pun rencananya akan turun sebelum 15 November 2014 nanti. “Saya maklum jika ada pro kontra terkait bantuan sapi, namun karena warga kami sebanyak 112 KK sedangkan yang menerima bantuan kurang dari 50 KK, jadi terpaksa ada pengurangan,” katanya. Ditambahkan Sakimin, mengingat tidak semua bisa masuk kelompok, maka pihaknya pun menyeleksi ulang penerima bantuan. Dalam seleksi itu, setiap perwakilan keluarga tidak ada yang tidak masuk dalam daftar kelompok. Sehingga dari kelompok keluarga itu pihaknya memilih keluarga yang paling layak. “Kami sudah berbuat maksimal untuk membantu masyarakat, bagi yang belum dapat tahun ini, tahun depan kami usulkan agar bisa dapat bantuan, jangankan mereka bertiga, keluarga saya saja tidak masuk sebagai penerima bantuan tersebut,” demikian Hakimin. (369)
Tidak Masuk Poktan Penerima Sapi, Warga Protes
Kamis 06-11-2014,19:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 10-09-2026,11:09 WIB
Jangan Biarkan Sneakers Putih Kusam! Begini Cara Merawatnya agar Tetap Bersih
Kamis 10-09-2026,10:56 WIB
Bikin Penampilan Makin Fresh, Ini Warna Outfit yang Lagi Cocok Dipakai Sehari-hari
Kamis 10-09-2026,08:34 WIB
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi
Kamis 10-09-2026,11:26 WIB
Tren Fashion Lama Kembali, Kenapa Gaya Retro Makin Digemari Anak Muda?
Kamis 10-09-2026,08:40 WIB
Tembus 1 Juta Penonton, Yayasan AHM Gaungkan Keselamatan Berkendara di SMC 2026
Terkini
Kamis 10-09-2026,18:29 WIB
Konferwil AMSI Bengkulu Tetapkan Alwin Feraro sebagai Ketua Periode 2026-2030
Kamis 10-09-2026,18:20 WIB
ASN dan Pensiunan Jadi Perhatian Helmi Hasan, Taspen Diminta Perkuat Pelayanan
Kamis 10-09-2026,18:19 WIB
Pemkot Bungkulu Siapkan Skema Dana Kelurahan untuk Pengadaan Tenda di TPU
Kamis 10-09-2026,17:50 WIB
Temui Gubernur Helmi Hasan, PGRI Provinsi Bengkulu Bahas Nasib dan Masa Depan Guru
Kamis 10-09-2026,17:49 WIB