BENGKULU, BE- Pemberlakukan pembatasan pengunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Provinsi Bengkulu, tertunda lagi. Hal ini akibat tidak ada kata sepakat antara Asosiasi Pengusaha Batu Bara (APBB) dengan Gabungan Pengusaha Jasa Angkutan Batu Bara (Gapabara) dalam rapat segi tiga yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi, kemarin (27/12). Rapat yang dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Ir M Nasyah, MT yang didampingi oleh Kadis Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ir. Moch Karyamin, Kadishubkominfo Provinsi Bengkulu, Drs Eko Agusrianto dan pejabat terkait lainnya. \"Kita bukannya menolak, tapi harus ada penyesuaian. Akan dibuat kontrak dan diteken dulu isi kontrak itu. Standar kenaikan ongkos angkut 52 persen sedangkan Permen Nomor 12 ESDM tahun 2012 dipaksakan berlaku 1 Januari 2013, itu kami sangat keberatan sekali dan harus ditunda dulu,\" ujar Ketua Gapabara Provinsi Bengkulu H. Yurman Hamedi. Ia mengatakan apa yang disampaikan oleh APBB dianggapnya sebagai kejutan mau menaikan ongkos angkut 52 persen, meskipun belum ada kesepakatan bulat antar pengusaha batu bara. Meski demikian pihaknya masih menunggu penandatangan kontrak. \"Inikan jadi standar kontrak, mudah-mudahan untuk sementara ini kita maklumi, mari kita bersama-sama beraktifitas. Keputusan pemberlakuannya bulan Januari, bagi kami belum bisa dilaksanakan, karena belum ada penandatangan kontrak, \" katanya. Sedangkan, Direktur Eksekutif APBB, Syaran Junaidi mengatakan rencana kenaikan 52 persen ongkos angkutan tersebut belum final dan akan dirapatkan dulu dengan pengusaha batu bara yang mempunyai izin usaha pertambangan (IUP) dan yang di sub-sub kontrakan. \"Jadi akan saya rapatkan dengan yang memengang IUP lagi, mudah-mudahan setuju 52 persen. Kami tidak bisa memenuhinya semua, kalau mereka merasa rugi, ya sudah kita stop, kalau masuk hitungannya, ya jalan,\" terangnya. Di sisi lain, Asisten II Ir M Nasyah mengatakan pihak Pertamina sudah siap melayani BBM non subsidi dan sudah disediakan empat SPBU di Kota Bengkulu yaitu di SPBU Bumi Ayu, SPBU Betungan, SPBU Air Sebakul dan SPBU Pondok Kelapa. \"Saya kira dengan rapatnya tadi kita juga sadar dan Pertamina-nya insya Allah mudah-mudahan 2 bulan ke depan bisa berjalan. Nanti akan saya laporkan dengan gubernur. Sudah ada kesepakatan tinggal bagaimana pemberlakukannya, jangan dulu diberlakukan dari pada kita ribut, tapi kita lihat waktu yang tepat, \" ujarnya. (100)
Pembatasan BBM Subsidi Tertunda Lagi
Jumat 28-12-2012,09:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 23-07-2026,23:08 WIB
Hadir Dengan Banyak Warna, Honda Beat Kini Lebih Irit, Gesit dan Makin Lincah
Kamis 23-07-2026,17:05 WIB
Polda Bengkulu Musnahkan Barang Bukti 25 Paket Sabu Hasil Pengungkapan Kasus Narkotika
Kamis 23-07-2026,22:27 WIB
Astra Motor Bengkulu Buka Lowongan Technical Service Supervisor, Kesempatan Emas bagi Fresh Graduate
Kamis 23-07-2026,16:55 WIB
Tiga Terdakwa Kasus OTT KPK Dugaan Suap Proyek Ijon di Rejang Lebong Dituntut 2 Tahun Penjara
Jumat 24-07-2026,09:00 WIB
Wakili Bengkulu di Nasional, Juara TSC 2026 Astra Motor Siap Tunjukkan Kompetensi Terbaik
Terkini
Jumat 24-07-2026,16:11 WIB
KPK Limpahkan Perkara Bupati Nonaktif Rejang Lebong ke Pengadilan Tipikor Bengkulu, Sidang Segera Digelar
Jumat 24-07-2026,16:01 WIB
Saat Warga Salat Jumat, Kebakaran Hanguskan 7 Ruangan SMPN 19 Kota Bengkulu
Jumat 24-07-2026,14:56 WIB
Kemarau Picu Bunga Taman Kota Bengkulu Layu, DLH Optimalkan Penyiraman dan Gandeng Damkar
Jumat 24-07-2026,14:53 WIB
Tanpa Dana APBD, Festival Pantai Panjang Dinilai Jadi Contoh Kolaborasi yang Sukses
Jumat 24-07-2026,14:51 WIB