KOTA MANNA, BE – Tujuh orang warga Desa Tanjung Aur 2 Kecamatan Pino Raya sekitar pukul 11.00 WIB kemarin, mendatangi Sekretariat DPRD Bengkulu Selatan (BS). Kedatangan mereka meminta bantuan DPRD BS terkait kejelasan status lahan mereka yang diklaim PT Jatropa sebagai miliknya. “Kedatangan kami meminta bantuan dewan untuk memastikan status lahan yang digarap Jatropa saat ini,” kata Dulah, perwakilan warga. Ke-7 warga Tanjung Aur yang hadir kemarin yakni Dulah, Ridan, Yadi, Kubri, Hasdani, Dahlan dan Sukriman. Ke-7 warga ini pun mengakui bahwa konflik 10 warga dengan PT Jatropa sudah selesai dengan sama-sama menandatangani surat kesepakatan damai. Bahkan ke-10 warga sudah mendapat uang kepedulian dari PT Jatropa sebesar Rp 1,25 juta per orang. Tapi uang itu belum diterima warga. Selain itu, dalam kesepakatan itu belum disebutkan status lahan. Padahal sebelumnya Pemda BS sudah membentuk tim investigasi penyelesaian konflik lahan antara warga dengan PT Jatropa. “Kami juga ingin tahu bagaimana status lahan, sehingga jelas mana yang sudah dibebaskan PT Jatropa dan mana yang belum,” terang mereka. Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD BS, Susman Hadi SP MM yang menerima kedatangan ke -7 warga tersebut mengaku kaget dengan kedatangan warga yang mengaku permasalahan lahan belum tuntas. Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Sebab itu dengan kedatangan ke-7 warga itu, pihaknya akan memanggil tim investigasi yang dibentuk pemda dan PT Jatropa. “Dengan kedatangan warga ini kami baru tahu jika masih ada konflik lahan, jadi kami akan minta keterangan dari tim investigasi pemda serta pihak PT jatropa sendiri dalam waktu dekat ini,” terang Susman. Di sisi Lain, Kepala Desa Tanjung Aur 2, Pino Raya, Tasman, saat dikonfirmasi kemarin mengaku terkejut dengan kedatangan warganya ke DPRD BS. Sebab warga tidak pernah memberitahukan kepada dirinya akan datang ke dewan. Ditambah lagi sebelumnya sudah ada kesepakatan damai antara warga dengan PT jatropa. “Saya tidak tahu kalau warga belum menerima kesepakatan damai, padahal pada pertemuan Kamis (29/10) di kantor Camat Pino Raya mereka sudah berdamai dengan mendandatangani kesepakatan damai, bahkan saat itu camat, kapolsek, Danramil ikut menyaksikan,” terang Taswin. (369)
Minta Kejelasan Lahan, Warga Datangi Dewan
Selasa 04-11-2014,19:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 12-08-2026,08:00 WIB
17 Tahun Cetak Agen Perubahan, AHM Kalibrasi Kompetensi Instruktur Safety Riding Terbaik se-Indonesia
Rabu 12-08-2026,12:20 WIB
Dinkes Mukomuko Dorong RS Pratama Ipuh Bangun Kepercayaan Masyarakat
Rabu 12-08-2026,10:00 WIB
AHSRIC 2026 Jadi Pengalaman Berharga, Instruktur Astra Motor Bengkulu Siap Perkuat Edukasi Safety Riding
Rabu 12-08-2026,12:17 WIB
Satresnarkoba Polres Mukomuko Amankan Tiga Terduga Pengedar Ganja di Kecamatan Ipuh
Terkini
Rabu 12-08-2026,17:11 WIB
57 Pramuka Kaur Berangkat ke Jamnas XII, Wabup Pesan Jaga Nama Baik Daerah
Rabu 12-08-2026,17:08 WIB
Anton Delianto Resmi Pimpin Kejati Bengkulu, Kasus Korupsi Jadi Perhatian Pertama
Rabu 12-08-2026,17:05 WIB
Bando Amin Bantah Perintah Kurangi Tanah GOR Kepahiang, Saksi Sebut Ada Perubahan Hasil Ukur
Rabu 12-08-2026,15:01 WIB
Kebakaran Hebat di Gang Damai Penggantungan Bengkulu, 21 Rumah Hangus Dilalap Api
Rabu 12-08-2026,14:07 WIB