CURUP, BE - Sejumlah guru yang tergabung dalam pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Rejang Lebong (RL) kemarin (11/10) mendatangi gedung DPRD RL. Abdi negara bidang pendidikan itu menanyakan uang kekurangan pembayaran tunjangan sertifikasi tahun anggaran 2014. Dikatakan Wakil Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, Dra Mirliani MPd yang mendampingi PGRI RL, kedatangan mereka hanya untuk memastikan kapan hal mereka tersebut dibayarkan. \"Dana tersebut berasal dan APBN dan hanya lewat di kas daerah, tapi hingga sekarang belum juga diberikan,\" ungkap Mirliani. Karena menurut Merliani selama ini yang menjadi alasan belum juga dicairkannya dana tersebut karena menunggu pengesahan APBD P. Berdasarkan informasi yang mereka terima APBD P tersebut sudah disahkan namun hak mereka tak kunjung diberikan. \"Kita berharap agar segera direalisasiakan, karena dana tersebut memiliki jangka waktu, takutnya hangus bila tidak dibayarkan hingga akhir tahun 2014 ini,\" tambah Marliani Menurut Marliani, total dana tersebut sebesar Rp 7,1 miliar. Dana tersebut akan diberikan kepada 1.200 orang guru yang ada di rejang Lebong. Uang tersbeut sebagai pengganti dana sertifikasi selama 2 bulan. karena pada tahun 2012 lalu dana sertifikasi guru hanya dibayarkan selama 10 bulan. \"Yang belum dibayarkan di Provinsi Bengkulu ini hanya kita yang ada di Rejang Lebong ini, sedangkan kabupaten lainnya sudah dibayarkan,\" papar Marliani. Kunjungan PGRI tersebut diterima Wakil Ketua I DPRD RL, Yurizal MBE SSos dan Wakil Ketua II, Surya ST serta beberapa anggota dewan lainnya. Setelah mendapat penjelasan dari perwakilan PGRI, Yurizal menjelaskan. APBDP memang sudah selesai dibahas dan sudah melalui beberapa tahapan lainnya namun belum bisa digunakan. \"Saat ini APBD P belum bisa digunakan karena masih menunggu surat rekomendasi dari ketua DPRD Rejang Lebong. Belum keluarnya surat tersebut karena pak ketua sedang mempelajarinya,\" jelas Yurizal. Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua II Surya meminta agar guru tidak hanya terfokus pada penghasilan. Melainkan harus ada keseimbangan antara hak dengan kewajiban sehingga kualitas pendidikan akan semakin baik. \"Baik hak dan kewajiban harus sama-sama dikejar, guru jangan hanya mengejar sertifikasi saja, namun harus diiringi dengan perbaikan mutu pendidikan kita,\" harap Surya. Pantauan BE, selain Marliani, turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua I PGRI RL, Sumarno dan Wakil Ketua II Tamrin serta beberapa pengurus PGRI lainnya. Setelah mendapat penjelasan dari anggota dewan, para guru meninggalkan gedung DPRD di jalan Sukowati Curup itu dengan tertib. (251)
Tanyakan Uang, PGRI Datangi Dewan
Minggu 12-10-2014,15:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 06-10-2026,11:30 WIB
Chocolatos Go International! Gandeng BK8 Gresini Racing, Brand Indonesia Ramaikan MotoGP 2026-2027
Selasa 06-10-2026,11:15 WIB
Jadwal Puasa Sunnah Oktober 2026 Lengkap, Cek Tanggal dan Bacaan Niatnya
Selasa 06-10-2026,11:05 WIB
IHSG Dibuka Menguat Tipis, Bertengger di Level 6.130
Selasa 06-10-2026,11:08 WIB
Vape Disebut Picu Diabetes dan Gangguan Paru, 3 Asosiasi Desak BRIN Buka Data Penelitian
Selasa 06-10-2026,11:58 WIB
Pasca Gempa NTT, AHM Perkuat Layanan Kesehatan untuk Mobilitas Produktif Masyarakat
Terkini
Selasa 06-10-2026,16:53 WIB
Pemprov Bengkulu Dorong Percepatan Penyelesaian Persoalan Agraria Lewat Koordinasi Lintas Sektor
Selasa 06-10-2026,16:36 WIB
Kendaraan Mogok Usai Isi BBM, Disperindag Mukomuko Sidak SPBU
Selasa 06-10-2026,16:32 WIB
Empat Saksi Diperiksa di Sidang Dugaan Korupsi SKU PLTA Musi, JPU Lanjut ke Pengadaan AVR
Selasa 06-10-2026,16:20 WIB
Keterangan Tejo dan Tomi Berbeda di Sidang Perkara Bank Bengkulu, Penasihat Hukum Minta Konfrontasi
Selasa 06-10-2026,16:14 WIB