Israel kembali berulah. Setelah menembaki orang-orang di timur Deir al-Balah di Gaza pada Ahad (23/12) malam, Israel juga mengumumkan mendirikan universitas di Tepi Barat. Pejabat kesehatan Gaza Ashraf al-Kidra mengatakan, dua orang telah terluka akibat tembakan Israel di jalur Gaza, namun identitas mereka belum diketahui. Awalnya Al-Kidra mengatakan seseorang telah terbunuh, tetapi kemudian dia meralat dan mengatakan kedua yang ditemukan terluka parah. Namun, pihak militer Israel tidak memberikan komentar segera. Tidak hanya itu, Israel, Senin (24/12), mengumumkan untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi, yaitu universitas Ariel di pemukiman Yahudi di Kota Nablus, Tepi Barat. \"Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Israel memiliki sebuah universitas baru,\" kata Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Aljazirah, Selasa (25/12). Dinas Pendidikan Tinggi Palestina juga mengutuk keputusan tersebut dan mendesak universitas di seluruh dunia untuk memboikot institusi. Pada bulan September lalu, Dewan Israel untuk Pendidikan Tinggi, yang mengatur tujuh universitas di negara Yahudi menentang langkah itu dan mengajukan petisi ke Pengadilan Tinggi. Beberapa kepala universitas Israel berpendapat bahwa dana untuk membangun universitas baru akan menggunakan biaya mereka. Israel telah memberikan sinyalemen untuk mempertahankan kontrol beberapa blok permukiman besar, seperti Ariel bawah setiap perjanjian masa depan, sementara nasib daerah lainnya dapat dinegosiasikan. Langkah yang dilakukan Israel dapat memicu kecaman internasional dan membuat marah warga Palestina. Padahal, Palestina menganggap Tepi Barat sebagai negara yang merupakan bagian dari masa depan mereka. Sebagian besar masyarakat internasional pun setuju dan menganggap pemukiman Tepi Barat ilegal untuk Israel dan menghambat perdamaian. Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat (AS) telah mengeritik rencana Netanyahu untuk membangun sebanyak 6.000 rumah pemukiman, diumumkan sejak 29 November lalu sebagai respons kemarahan karena Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pengakuan Palestina sebagai sebuah negara pemantau non-anggota di PBB. Pemerintah Eropa telah memanggil duta besar Israel untuk memprotes perluasan permukiman, terutama yang didirikan di atas tanah yang direbut Israel yang mencaplok Yerusalem. Langkah Israel ini juga tidak pernah diakui secara internasional.(**)
Israel Kembali Serang Gaza
Selasa 25-12-2012,20:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 04-07-2026,16:52 WIB
Mediasi Sengketa Lahan SDN 62 Kota Bengkulu Belum Bergerak, DPRD Minta Konfirmasi ke Sekda
Sabtu 04-07-2026,16:50 WIB
Vonis Bebby Hussy Diperberat di Tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Bengkulu Kabulkan Seluruh Banding Jaksa
Sabtu 04-07-2026,16:22 WIB
Musda PARI Bengkulu 2026 Digelar, Siapkan Kepemimpinan Baru Hadapi Tantangan Transformasi Layanan Kesehatan
Sabtu 04-07-2026,16:13 WIB
Jalan Rusak Bertahun-tahun, DPRD Desak Pelindo Tepati Janji Tuntas pada 2026
Sabtu 04-07-2026,16:34 WIB
Bisa Dipidana, Pemilik Ternak Lepas Liar di Bengkulu Selatan Terancam Proses Hukum Jika Picu Kecelakaan Maut
Terkini
Sabtu 04-07-2026,22:13 WIB
Sambangi RSUD Lebong, Senator Destita Siap Kawal Pengembangan Fasilitas Hingga ke Kementerian Kesehatan
Sabtu 04-07-2026,16:52 WIB
Mediasi Sengketa Lahan SDN 62 Kota Bengkulu Belum Bergerak, DPRD Minta Konfirmasi ke Sekda
Sabtu 04-07-2026,16:50 WIB
Vonis Bebby Hussy Diperberat di Tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Bengkulu Kabulkan Seluruh Banding Jaksa
Sabtu 04-07-2026,16:43 WIB
Revisi Tata Ruang Jadi Kunci, Teuku Zulkarnain: Pulau Baai Harus Jadi Kawasan Industri
Sabtu 04-07-2026,16:34 WIB