BENGKULU, BE - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kegiatan pasar rakyat yang akan digelar dalam rangka Festival Tabot 2014 Provinsi Bengkulu, diprediksikan tetap seperti tahun lalu yang mencapai Rp 100 juta. Dana ini akan disetorkan langsung oleh Yayasan Asyura Tabot Bencoolen langsung ke kas daerah Kota Bengkulu. Ketua Umum Yayasan Asyura Tabot Bencoolen, Drs Ali Arifin, mengatakan, pihaknya telah merancang akan mendirikan sebanyak 140 tenda selama festival tabot berlangsung. Pasar rakyat tetap akan digelar di Lapangan Merdeka atau sisi timur View Tower dan disepanjang Tugu Thomas Parr hingga Gerbang China Town. \"Tenda di dalam kami sewakan Rp 4 juta, untuk di luar Rp 5 juta. Sedangkan untuk tenda kerucut yang berukuran paling besar Rp 8 juta. Kami menargetkan selama 10 hari tersebut dapat menyetor PAD sebesar Rp 100 juta yang akan kami serahkan kepada KKT Bencoolen sebesar Rp 10 juta,\" kata Ali Arifin, kemarin. PAD Rp 100 juta tersebut, lanjutnya, di luar biaya sewa tenda, listrik dan keamanan yang akan mereka tanggung sebagai penyelenggara. Pihak Yayasan Asyura dapat menerima area depan Mapolres hingga Kantor Pos Kampung Cina disterilkan dari tenda pedagang agar dapat digunakan untuk kepentingan umum selama tabot berlangsung. \"Tenda yang disepanjang Tugu Thomas Parr hingga Gerbang China Town akan kita buat satu baris. Di sini posisi yang paling banyak diminati pedagang. Kemarin sudah ada rancangan semua akan dikelola Yayasan Asyura. Sehingga mereka yang ingin menyewa dapat mendaftarkan diri kepada kami,\" tukasnya. Usulan ini telah diserahkan Yayasan Asyura kepada pihak Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bengkulu. Pelaksanaan Festival Tabot 2014 direncanakan mulai pada 25 Oktober, yakni bertepatan dengan 1 Muharam 1436 Hijriah dan akan digelar selama 10 hari sampai tanggal 10 Muharam. Sementara Sekretaris Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) Bengkulu, Heryandi Amin meminta penyelenggaraan Festival Tabot 2014 dapat lebih baik, sehingga tidak kehilangan daya tarik nilai kebudayaannya. Ia mengharapkan penataan pasar rakyat tidak amburadul sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bengkulu, Drs H Bujang HR MM, berkomitmen penataan pasar rakyat tahun ini akan lebih rapi dari tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, festival tabot memang tidak semata-mata dijadikan sebagai moment pengumpulan PAD semata. (009)
Sabtu 27-09-2014,10:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 24-03-2026,19:15 WIB
Sopir Tak Tersedia, Jenazah Diantar Pickup, Pemkab Lebong Bertindak
Selasa 24-03-2026,18:53 WIB
Tarif Pantai Cemoro Sewu Disorot, BKSDA Bengkulu Tegaskan Sudah Sesuai Aturan
Selasa 24-03-2026,18:17 WIB
Puluhan Ribu Wisatawan Padati Destinasi Wisata Kota Bengkulu Saat Lebaran
Selasa 24-03-2026,17:27 WIB
Pengamanan Diperketat, Polisi Jaga Wisata dan Hiburan di Mukomuko
Selasa 24-03-2026,18:50 WIB
Arus Balik Lebaran Memuncak Akhir Pekan, Bandara Fatmawati Siapkan Extra Flight
Terkini
Rabu 25-03-2026,15:59 WIB
Bupati Rifai Tajuddin Warning ASN: Jangan Tambah Libur
Rabu 25-03-2026,15:54 WIB
Tragis! Pria di Bengkulu Nyaris Tewas Setelah Dibakar Mantan Kekasih
Rabu 25-03-2026,15:31 WIB
Pantai Batu Kumbang Dipadati Wisatawan, Kapolres Mukomuko Larang Pengunjung Berenang
Rabu 25-03-2026,15:28 WIB
Kapolres Kaur Turun Langsung Bantu Pemudik Pecah Ban
Rabu 25-03-2026,15:23 WIB