BENGKULU, BE - Maraknya dugaan kasus korupsi dan kebocoran di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu membuat wibawa pemerintah merosot. Dampaknya, sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kota mundur dari jabatannya. Rendahnya transparasi di Pemerintah Kota merupakan pemicu hal tersebut. Wakil Walikota Ir Patriana Sosialinda mengatakan, salahsatu upaya untuk meningkatkan transparasi di lingkungan Pemerintah Kota adalah menjadikan kantor-kantor kelurahan sebagai lumbung data. Kebijakan ini mewajibkan setiap kantor kelurahan dapat menyediakan data-data geoekonomi, geososial dan geopolitik kawasan setempat agar dapat dikontrol oleh pemerintah. \"Programnya sudah disusun. Bahkan sudah diusulkan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Berapa jumlah anggaran yang dialokasikan kita lihat bagaimana pembahasan di DPRD nanti,\" katanya, belum lama ini. Sementara Ketua EW Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Bengkulu, Yusuf Sugiatno mengatakan, Pemerintah Kota masih cukup kolot dalam mengelola trasparasi dalam tubuh birokrasinya. Menurut dia, seharusnya Pemerintah Kota Bengkulu bisa melakukan modernisasi dalam manajemen transparasi sebagaimana yang telah dilakukan oleh daerah-daerah maju. \"Beberapa daerah sudah cukup berani membuat pengelolaan anggaran menjadi benar-benar transparan. Dan memang sudah saatnya pemerintah sekarang membuat pelayanan satu pintu berbasis online. Dengan begitu kepala daerah dan semua orang bisa melihat dengan mudah, berapa anggaran yang masuk setiap harinya hanya dengan mengklik situs pelayanan satu pintu Kota Bengkulu,\" ujarnya. Langkah ini, Yusuf melanjutkan, pemerintah dapat menekan angka kebocoran yang tinggi. Disamping itu, masyarakat juga dapat mengakses sekaligus mengawasi aliran dana yang digunakan oleh pemerintah. \"Retribusi pasar dan parkir yang masuk hari ini pun bisa langsung diketahui oleh kepala daerah. Dan itu bisa jadi parameter bagi kepala daerah untuk mengevaluasi kepala dinasnya. Kalau retribusi pasar dan parkir mandeg dalam beberapa waktu, kepala daerah bisa langsung menegur Kadisperindag dan Kadishubkominfo pada hari itu juga,\" katanya. Adanya dugaan korupsi dalam pembuatan masterplan yang menyeret kepala Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kota Bengkulu, membuat stabilitas Pemerintah Kota terganggu. Evaluasi terus dilakukan dengan model mutasi pejabat Eselon II secara bertahap. DPRD Kota Bengkulu belum dapat menyikapi masalah ini karena belum adanya pimpinan defenitif dan belum terbentuknya alat-alat kelengkapan lainnya. (009)
Pemkot Diminta Transparan
Minggu 07-09-2014,11:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 23-05-2026,17:55 WIB
Sasar 700 Pelajar Manna, Program Retret Merah Putih dan Mitigasi Langit Resmi Menggebrak Bengkulu Selatan
Sabtu 23-05-2026,17:50 WIB
Filosofi Serasan Seijoan: Bupati Teddy Rahman Satukan Tanah 202 Desa untuk Tanam Gaharu di HUT Seluma
Sabtu 23-05-2026,22:00 WIB
Komunitas Honda PCX 160 Ramaikan Rolling City 'ONE SIXTY CLUB'
Sabtu 23-05-2026,23:04 WIB
Astra Motor Bengkulu Kampanyekan Jaga Jarak Aman Saat Rolling City Bersama Komunitas Honda PCX 160
Minggu 24-05-2026,09:00 WIB
Honda PCX atau Honda ADV? Pilihan Gaya di Tengah Kota dan Pecinta Healing
Terkini
Minggu 24-05-2026,14:07 WIB
Dandim 0408/BS Bersama Istri Ikuti Rangkaian HUT Kaur ke-23
Minggu 24-05-2026,14:04 WIB
Rafflesia Arnoldi Mekar Sempurna di Rejang Lebong Bengkulu
Minggu 24-05-2026,12:14 WIB
Perekonomi Masyarakat Tumbuh Lewat Festival Gurita Kaur
Minggu 24-05-2026,12:00 WIB
Tanya Seputar Motor Honda Lewat AMANDA: Asisten Virtual AI untuk Permudah Layanan Konsumen
Minggu 24-05-2026,11:00 WIB