BENTENG, BE - Kasus pembunuhan tragis di Desa Plajau Kecamatan Karang Tinggi dengan menewaskan korban, seorang wanita berjilbab, Gianti (31) warga Desa Jetis Kecamatan Perencanaan Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah berdasarkan data rekaman E-KTP, membuat masyarakat menjadi takut, terutama ketika melewati lokasi atau Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus yang hingga saat ini belum menemui titik terang tersebut. Ketakutan warga itu, terutama kalangan PNS yang bekerja di daerah pedalaman dan harus melintasi TKP. \" Kami tidak berani lagi jika sendirian lewat tempat wanita dibunuh secara sadis itu,\" ujar Sarmia (45) guru yang mengajar di SD Kecamatan Bang Haji tersebut. Menurutnya, kondisi ketakutan itu diakali oleh dirinya dengan cara berjalan dengan mengendarai sepeda motor secara berkonvoi. Bahkan, dalam satu motor terdapat 2 orang pengendara sehingga ada kawan jika terjadi apa - apa, seperti dirampok dan lainnya. Namun, jika tidak ada teman maka alternatif terakhir dilakukan dengan minta jemput atau antar dengan suami atau keluarganya. \" Saya mendingan diantar dan dijemput oleh keluarga saja, dari pada mengalami nasib seperti wanita yang dibunuh itu,\" terangnya. Senada diutarakan oleh pedagang yang mengampas ke warung - warung, Ijal, mengaku juga tidak berani jika berjualan ke arah tersebut. Paling hanya batas di Kecamatan Pondok Kubang dan pulang lagi ke Kota Bengkulu. Sebab, disamping kondisi jalannya sepi, terdapat banyak sawangan dan kondisi jalan yang memang sangat mendukung untuk terjadi aksi kejahatan tersebut. \" Saya takut juga jika menjadi korban perampokan dan dibunuh,\" tandasnya. Sementara itu, Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ahmad Tarmizi, SH melalui Kapolsek Karang Tinggi, AKP Rufaicen, SH menjelaskan jika ada masyarakat yang mengetahui kejadian itu, seperti melihat ada warga yang ada di TKP sebelum kejadian pembunuhan itu terjadi maka dimintauntuk memberikan informasi kepada pihaknya. Sehingga, dapat didapati informasi pelaku guna mengungkap siapa pelaku dibalik aksi pembunuhan sadis ini. \" Kita Himbau warga yang mengetahui kejadian itu tidak takur memberi tahu kita. Sebab, identitas akan kita rahasiakan,\" himbaunya. Menurut Kapolsek, pihaknya optimis dapat mengungkap kasus pembunuhan ini. Hanya saja, tinggal waktunya saja yang belum dapat ditentukan. Sebab, dalam kasus pembunuhan tidak ada istilah kasus mati sehingga sampai kapanpun wajib diungkap. Selain itu, kasus pembunuhan ini juga atensi pimpinan untuk secepatnya diungkap. \"Sampai kapanpun akan diungkap,\" pungkasnya. (111)
Pasca Pembunuhan, Masyarakat Takut
Selasa 22-07-2014,17:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 17-03-2026,12:09 WIB
Libur Sekolah, MBG Dialihkan ke Ibu Hamil dan Balita
Selasa 17-03-2026,12:12 WIB
Potensi Puting Beliung Meningkat, Ini Imbauan BPBD Lebong
Selasa 17-03-2026,12:25 WIB
Pemprov Bengkulu Perkuat Program Orang Tua Asuh untuk Anak Yatim
Selasa 17-03-2026,16:54 WIB
Layanan SIM dan SKCK di Polresta Bengkulu Tutup Sementara Saat Nyepi dan Lebaran, Ini Jadwalnya
Selasa 17-03-2026,12:06 WIB
Operasi Ketupat 2026, Jalinbar Mukomuko Dijaga Ketat
Terkini
Selasa 17-03-2026,16:54 WIB
Layanan SIM dan SKCK di Polresta Bengkulu Tutup Sementara Saat Nyepi dan Lebaran, Ini Jadwalnya
Selasa 17-03-2026,16:05 WIB
Libur Lebaran, Call Center 110 Tetap Siaga 24 Jam di Bengkulu
Selasa 17-03-2026,16:02 WIB
Libur Lebaran di Pantai Panjang, Polisi Minta Wisatawan Tak Nekat Berenang
Selasa 17-03-2026,15:52 WIB
Polresta Bengkulu Sediakan Titip Kendaraan Gratis Saat Mudik
Selasa 17-03-2026,15:32 WIB