Waspadai Parcel Lebaran

Senin 21-07-2014,19:08 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar

BENGKULU, BE - Puluhan petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu bersama BNNK Kota Bengkulu dan TNI menggelar razia narkotika di lokalisasi RT 8 Kelurahaan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Bengkulu, kemarin (01/12).

Dalam razia gabungan yang digelar sekitar pukul 11 pagi tersebut, petugas melakukan penyisiran ke segala rumah yang ada di lokalisasi, dan melakukan tes urine ke seluruh wanita di lokalisasi tersebut.

Kepala Bagian Pemberantasan BNN Provinsi Bengkulu, AKBP Marlian Ansori, mengatakan, sebelas wanita yang diduga pekerja seks komersial (PSK), berdasarkan hasil tes urine positif menggunakan narkoba akan direhabilitasi. "Kita akan dalami, apakah ini ada kaitannya dengan jaringan besar peredaran narkoba di Provinsi Bengkulu," ujarnya.

Tangkap Bandar Sabu

Sedangkan dari hasil penyisiran, petugas berhasil mengamankan seorang pria yang diduga bandar sabu-sabu, bernama Ucok bersama dengan 1 paket diduga sabu berkisar 10 g dan bong (alat hisap sabu). Selain itu, petugas juga mengamankan 11 wanita yang positif menggunakan narkoba.

Ucok nyaris saja kabur karena saat petugas menggeledah salah satu rumah, ia langsung melarikan diri. Petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap pria yang kabur tersebut.

Untuk mengelabui petugas, Ucok menimbun badannya menggunakan pasir pantai. Namun akhirnya ketahuan.

Setelah itu, petugas menemukan 1 bungkus diduga sabu di sekitar tempat Ucok menimbun badannya tersebut. Penyisiran tersebut disaksikan langsung oleh Ketua RT 08 Kelurahan Sumber Jaya, Oki Mustafa.

Kepala Bagian Pemberantasan BNN Provinsi Bengkulu, AKBP Marlian Ansori yang memimpin langsung razia tersebut mengatakan, seorang pria bernama Ucok tersebut telah lama menjadi incaran BNN Provinsi Bengkulu.

Diduga, pria tersebutlah yang mengedarkan sabu di lokalisasi dan memiliki jaringan dengan peredaran sabu di Provinsi Bengkulu.

"Kita akan bawa ke lab, untuk memastikan apakah barang tersebut sabu atau bukan," ungkapnya.

Marlian mengungkapkan, sementara ini Ucok akan diamankan di kantor BNN Provinsi Bengkulu, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala BNNK Kota Bengkulu, AKBP Alexander Soeki SSos yang ikut dalam razia tersebut mengatakan, razia tersebut dilakukan untuk menstrilkan lokalisasi tersebut dari peredaran narkoba. Menurutnya, saat ini lokalisasi tersebut masuk dalam zona merah BNN.

"Kita sudah sering lakukan razia, namun ternyata masih saja ditemukan warga yang menggunakan narkoba," imbuhnya. Lanjutnya, kedepan BNN Provinsi dan BNNK Kota Bengkulu akan t

BINTUHAN, BE-Hati- hati dan waspada, terlebih saat memilih paket yang akan dibeli atau dikirimkan tersebut. Sebaiknya, pembeli tidak hanya melihat dari sisi bungkus atau nilai harga barangnya. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaur Drs.M.Thabri melalui Kabid Perdagangan Dedi Kuswanto Ssos, belum lama ini. Menurutnya, sifat kritis juga diperlukan konsumen saat memilah dan membeli parcel Lebaran. Kan tidak mungkin juga untuk membongkar parcel yang sudah dibungkus, jadi lebih baik itu dilakukan sebelum produk-produknya dibungkus,”katannya. Dikatakanya, menjelang Idul Fitri, penjualan parcel Lebaran memang menjadi satu barang yang cukup laris diburu. Namun di sisi lain, menurutnya juga, pembeli tetap harus bisa berhati-hati untuk memilih parcel, yang bukan tidak mungkin ada pula yang telah kadaluwarsa. Ia juga berharap dari sisi pelaku usaha juga harus ada tanggung jawab moral. Artinya, pelaku bisnis tersebut wajib mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan, tidak hanya berorientasi pada keuntungan. Untuk penjual atau pedagang telah mengetahui mana yang layak dan tidak untuk diperjual belikan, jadi itu wajib dipatuhi dan dijalankan secara konsisten,”terangnya. Ditambahkanya, pihaknya dalam beberapa waktu dekat ini akan meng gelar razia parsel secara se rentak kesemua supermarket dan toko parcel yang ada di Kabupaten Kaur jelang Lebaran. Razia dilakukan untuk mencegah peredaran makanan kedaluarsa dalam kemasan parcel. Kami akan mengerahkan tim gabungan di beberapa titik. Hal ini dilakukan untuk mencegah beredarnya makanan atau mi numan kedaluarsa,”jelasnya.(618)

Tags :
Kategori :

Terkait