Murahnya harga jual karet saat ini, berdampak terhadap perekonomian warga. Kaur Pemerintahan Desa Batik Nau kecamatan Batik Nau, Agusti mengatakan turunnya harga karet itu mengakibatkan perekonomian warga lesu. Bahkan warga terpaksa berutang akibat penghasilannya menurun. \" Petani karet saat ini mengalami kesusahan akibat anjloknya harga jual karet,\" kata Agusti. Kondisi itu mengakibatkan warga mengharapkan ada bantuan dari pemerintah daerah untuk mengatasi solusi itu. Pasalnya, jika kondisi itu berkelanjutan, warga semakin terpuruk dan dikhawatirkan akan bangkrut. Sebagaimana diketahui, harga karet saat ini berada di posisi Rp 5 ribu per kilogram. Jelas harga tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan dan pendapatan warga.\" Harga jual karet saat ini tidak sebanding dengan biaya pupuk dan perawatan yang harus dikeluarkan,\" tukasnya. (117)
Harapkan Bantuan
Sabtu 10-05-2014,14:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 09-10-2026,16:12 WIB
Jelang Pilkades 2026, Kapolres Mukomuko Ingatkan Potensi Konflik Beda Dukungan
Jumat 09-10-2026,16:07 WIB
Rombak Manajemen PDAM Tirta Hidayah, Wali Kota Bengkulu Soroti Kualitas Air Bersih
Jumat 09-10-2026,15:57 WIB
Tuan Rumah POPDA dan Porprov 2026, Kota Bengkulu Bidik Juara Umum
Jumat 09-10-2026,16:01 WIB
Pemkot Bengkulu Tanam 400 Bibit Alpukat di Kebun Tebeng, Dorong Lingkungan Hijau dan Ekonomi Warga
Jumat 09-10-2026,16:17 WIB
DPRD Mukomuko Soroti Outsourcing di OPD, Tugas PPPK Paruh Waktu Dipertanyakan
Terkini
Jumat 09-10-2026,16:17 WIB
DPRD Mukomuko Soroti Outsourcing di OPD, Tugas PPPK Paruh Waktu Dipertanyakan
Jumat 09-10-2026,16:12 WIB
Jelang Pilkades 2026, Kapolres Mukomuko Ingatkan Potensi Konflik Beda Dukungan
Jumat 09-10-2026,16:07 WIB
Rombak Manajemen PDAM Tirta Hidayah, Wali Kota Bengkulu Soroti Kualitas Air Bersih
Jumat 09-10-2026,16:01 WIB
Pemkot Bengkulu Tanam 400 Bibit Alpukat di Kebun Tebeng, Dorong Lingkungan Hijau dan Ekonomi Warga
Jumat 09-10-2026,15:57 WIB