Murahnya harga jual karet saat ini, berdampak terhadap perekonomian warga. Kaur Pemerintahan Desa Batik Nau kecamatan Batik Nau, Agusti mengatakan turunnya harga karet itu mengakibatkan perekonomian warga lesu. Bahkan warga terpaksa berutang akibat penghasilannya menurun. \" Petani karet saat ini mengalami kesusahan akibat anjloknya harga jual karet,\" kata Agusti. Kondisi itu mengakibatkan warga mengharapkan ada bantuan dari pemerintah daerah untuk mengatasi solusi itu. Pasalnya, jika kondisi itu berkelanjutan, warga semakin terpuruk dan dikhawatirkan akan bangkrut. Sebagaimana diketahui, harga karet saat ini berada di posisi Rp 5 ribu per kilogram. Jelas harga tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan dan pendapatan warga.\" Harga jual karet saat ini tidak sebanding dengan biaya pupuk dan perawatan yang harus dikeluarkan,\" tukasnya. (117)
Harapkan Bantuan
Sabtu 10-05-2014,14:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 18-04-2026,17:50 WIB
Tarik Tunai BRI Tanpa Kartu Makin Mudah, Ini Cara Praktis Lewat BRImo
Sabtu 18-04-2026,15:18 WIB
Bank Bengkulu Bawa Event Nasional ke Daerah, Undian Simpeda Agustus 2026 Digelar di Bengkulu
Sabtu 18-04-2026,15:38 WIB
Egrek Sentuh Kabel PLN, Pemuda di Seluma Meninggal di TKP
Sabtu 18-04-2026,15:47 WIB
Bengkulu di Ring of Fire, Masyarakat Didorong Mandiri Hadapi Bencana
Sabtu 18-04-2026,14:20 WIB
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Anggota DPRD Kota Bengkulu Terus Bergulir, Muncul Fakta Baru
Terkini
Sabtu 18-04-2026,17:56 WIB
Rahasia Hidup Bahagia, Mulai dari Bersyukur hingga Jaga Kesehatan Mental
Sabtu 18-04-2026,17:50 WIB
Tarik Tunai BRI Tanpa Kartu Makin Mudah, Ini Cara Praktis Lewat BRImo
Sabtu 18-04-2026,17:38 WIB
Ciptakan Suasana Kerja Nyaman, Ini Strategi Tingkatkan Produktivitas Karyawan
Sabtu 18-04-2026,16:41 WIB
Pemkot Bengkulu Ajak Komunitas Drone dan Fotografi Ramaikan Karnaval Batik Besurek 2026
Sabtu 18-04-2026,15:47 WIB