KEPAHIANG, BE - Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekkab), Drs H Hazairin A Kadir MM mengatakan, Kepahiang mendapat jatah pupuk bersubsidi sebanyak 1.500 ton per tahun. Jumlah ini sesuai dengan kuota dan kebutuhan petani yang ada di Kepahiang. Kuota tersebut diketahui berdasarkan hasil rapat koordinasi (Rakor) yang digelar pihaknya bersama dengan disributor dan beberapa pemilik kios pupuk di kabupaten Kepahiang belum lama ini yang bertujuan untuk mengetahui pendisribusian kebutuhan pupuk bagi petani. \"Berdasarkan rakor tersebut kita mengetahui bahwa kuota pupuk bersubsidi bagi kabupaten kita ini berkisar 1.500 ton per tahun. Dimana dalam rakor itu juga sempat dibahas bagaimana pendistribusian pupuk tersebut, dari rakor itu diketahui pupuk bersubsidi didistribusikan dari Pusri kepada distributor dan selanjutnya di kirim ke kios-kios. Dari kios itulah nantinya petani bisa memperoleh kebutuhan pupuk tersebut,\" katanya. Menurutnya, dengan begitu kios pupuk merupakan pihak yang berhubungan langsung dengan petani. Disamping itu, dalam rakor tersebut memang diketahui kuota pupuk bersubsidi bagi petani itu belum mencukupi. \"Tapi yang jelas 2 distributor pupuk bersubsidi yakni Berkah Tani dan Citra Jaya menyalurkan pupuk bersubsidi melalui kios-kios sesuai dengan kuota yang telah ditentukan kepada para petani di kabupaten kita,\" ujar Sekda. Saat disinggung pernah mencuatnya dugaan pupuk bersubsidi dilarikan keluar daerah, Hazairin mengatakan kemungkinan itu terjadi sangatlah kecil, karena masing-masing daerah sudah ditentukan kuotanya. Maka dari itu bisa dipastikan berapa banyak pupuk yang didistribusikan. \"Saya rasa kuota sudah jelas, jadi kecil kemungkinan jatah pupuk bersubsidi bagi petani kita dilarikan ke luar daerah. Kalaupun terjadi kelangkaan pupuk itu artinya memang kuota pupuk bagi petani kita belum mencukupi,\" ujar Sekkab. Menurutnya, yang menentukan kuota pupuk bukanlah pabrik melainkan pemerintahan pusat. Posisi pabrik disini seperti PT Pusri hanya menyalurkan saja kepada distributor. \"Memang dalam hal penentuan kuota ini kita yang mengajukan atas dasar kebutuhan dari petani, jika masih terjadi kekurangan maka kita sudah barang tentu akan mengajukan tambahan kuota,\" tandasnya. (505)
Jatah Pupuk Subsidi 1.500 Ton
Sabtu 10-05-2014,12:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 31-08-2026,11:53 WIB
Bukan Sekadar Bisa Naik Motor, Astra Motor Bengkulu Ajarkan Pelajar Pentingnya #CariAman
Senin 31-08-2026,12:28 WIB
Kenapa Madu Tak Mudah Basi? Ini Fakta Unik yang Bikin Penasaran
Senin 31-08-2026,11:58 WIB
Cegah Kecelakaan di Kalangan Remaja, Astra Motor Bengkulu Gaungkan #CariAman
Senin 31-08-2026,11:19 WIB
Sushi Ternyata Tak Berasal dari Jepang? Ini Fakta Unik yang Jarang Diketahui
Senin 31-08-2026,11:33 WIB
Kenapa Mata Langsung Berair Saat Potong Bawang? Ini Fakta Uniknya
Terkini
Senin 31-08-2026,21:14 WIB
Red Line Angkat Piala Kemerdekaan Minisoocer BETV 2026, Garuda Sakti Harus Puas Runner Up
Senin 31-08-2026,18:39 WIB
Dari Bengkulu ke Danau Toba, Ka Ga Nga Siap Gaungkan Musik Etnik di Panggung Internasional
Senin 31-08-2026,16:14 WIB
Sering Dianggap Sama, Tahu dan Tofu Ternyata Punya Perbedaan
Senin 31-08-2026,15:47 WIB
Petani di Rejang Lebong Ditemukan Tewas di Rumah, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi
Senin 31-08-2026,15:44 WIB