BINTUHAN, BE-Sebanyak 16 kubik kayu jenis magris atau meranti yang berhasil diamankan Petugas Polisi Kehutanan (Pulhut) Dinas Kehutanan Pertambangan dan SDM Kabupaten Kaur Senin (28/4). Diduga kayu tersebut adalah milik oknum PNS Dishut berinisial DF yang bersetatus sebagai staf bagian Rehabilitas Lahan dan Pengaman Hutan ( RLPH). “Ya kalau dari keterangan Supir truk itu kayu tersebut milik oknum Dishut berinisial DF,” kata Kepala Dinas Kehutanan Pertambangan dan ESDM Kaur Ir. Ahyan Endu, kemarin. Dikatakan Ahyan, jika terbukti memang oknum Dishut yang memiliki kayu ilegal tersebut. Pihaknya akan memberikan sanksi yang sangat tegas, yakni pemecatan. Namun pihakya hingga saat ini belum bisa memastikan kepemilikan kayu secara pasti, dan juga dokumen kayu itu belum ada hingga kemarin. “Kalau memang nanti memang oknum kita bermain, tentu kita akan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Tapi kita saat ini masih menunggu dokumen lengkap kayu tersebut,”ujarnya. Jika memang ada oknum PNS Dishut bermian. Wajar saja kalau Kabupaten ini semakin hari semakin kerisis air karena hutan semakin hari semakin gundul di tebang. Kesulitan Air bersih di kepulauan Anambas semakin hari semakin parah, dan pemerintah daerah setempat sudah kewalahan untuk mengatasinya. “Kalau oknum Dishut saja sudah bermain, siapa lagi nanti yang akan melindungi hutan kita ini. Karena semakin hari semakin gundul,”ujar Tokoh Masyarakat Padang Guci Lekat S Paguci Ssos. Dikatakan Lekat, truk besar bermuatan kayu tanpa dokumen melintas di wilayah Kecamatan Padang Guci Hulu. Itu ia mengakui jika kayu tersebut merupakan milik oknum PNS Dishut. “Karena pada saat kayu itu diamankan, ada oknum PNS Dishut, dan juga supir mengakui jika kayu itu miliknya,”ujarnya. Maraknya pembalakan liar di Kaur berdampak pada berkurangnya resapan air sehingga dapat mengakibatkan banjir bah. Dampak hutan gundul sangat dirasakan warga Kabupaten Kaur.(618)
Kayu Ilegal Diduga Milik Oknum Dishut
Rabu 30-04-2014,21:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 27-03-2026,11:27 WIB
Libur Lebaran, Sampah Jadi Sorotan di Wisata Lubuk Langkap
Jumat 27-03-2026,12:52 WIB
Pasca Lebaran, Harga Sawit di Mukomuko Masih "Perkasa" di Atas Rp3.000/Kg
Jumat 27-03-2026,15:58 WIB
Polres Bengkulu Selatan Panen Raya Jagung, Dukung Swasembada Pangan 2026
Jumat 27-03-2026,16:06 WIB
Polemik Parkir Balai Buntar, Pemprov Kukuh Jalankan Meski Tuai Kritik
Jumat 27-03-2026,11:51 WIB
Panen Raya Jagung Kuartal I 2026, Polresta Bengkulu Hasilkan 5 Ton Jagung di Kampung Melayu
Terkini
Jumat 27-03-2026,17:55 WIB
Revitalisasi Eks Mess Pemda Dikebut, Disiapkan Jadi Kantor Wali Kota
Jumat 27-03-2026,17:53 WIB
BKSDA Ungkap Status Baru, Aktivitas Perambahan Ramai di Eks TWA Pantai Panjang
Jumat 27-03-2026,17:50 WIB
Pantai Panjang Kondusif di Akhir Libur Lebaran 2026, Kolaborasi Lintas Instansi Berbuah Positif
Jumat 27-03-2026,17:48 WIB
Posko Kesehatan Wisata di Kota Bengkulu Berjalan Optimal Selama Libur Lebaran
Jumat 27-03-2026,16:23 WIB