BENGKULU, BE - Pemerintah Provinsi Bengkulu akhirnya melibat semua stakeholder terkait sebagai anggota tim pengkaji transhipment batu bara di perairan Pulau Tikus Bengkulu. Adapun tim dari eksternal Pemprov seperti Direkrimsus Polda Bengkulu, Danlanal, Komisi II DPRD Provinsi, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan PT Pelindo II Cabang Bengkulu. Dilibatkannya TNI - Polri ini, sebelumnya merupakan usulan dari Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu dengan pertimbangan agar pembahasan tidak hanya dilakukan dari sisi keselataman pelayaran, tata ruang dan pendapatan bagi daerah. Namun juga akan dikaji dari sisi hukum. Sedangkan anggota dari internal yakni sekretaris daerah (Sekda), Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten 2), semua staf ahli gubernur, Kepala Bappeda, Kepala Biro Hukum, Kepala Biro Ekonomi, Kadishubkominfo, Kepala BLH, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP, Kadis ESDM, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU). \"Saat ini surat keputusan (SK) untuk semua anggota tim itu sudah dinaikkan ke meja Pak Gubernur untuk ditandatangani,\" kata Plt Kadishubkominfo Provinsi Bengkulu, Ir Bambang Budi Djatmiko MM. Menurutnya, pihaknya segera melakukan rapat pembahasan perdana jika SK keanggotaan itu sudah dikeluarkan. Karena Pemprov sendiri menginginkan agar persoalan itu cepat diselesaikan, sehingga status transhipment di perairan Pulau Tikus segera diketahui. \"Kalau sekarang kita sama sekali belum memiliki gambaran, karena kita belum pernah mendengar pemaparan dari pihak yang berkompeten, seperti KSOP, Pelindo, BLH, Bappeda dan pihak terkait lainnya,\" aku Budi. Menurutnya, Pemprov sepenuhnya akan mempedomani hasil pembahasan. Jika hasil kajian menyebutkan perairan Pulau Tikus dilarang dijadikan lokasi transhipment dengan alasan tertentu, maka Pemprov pun tidak akan melegalkannya. \"Yang jelas berdasarkan surat gubernur Bengkulu, bahwa hingga saat ini perairan Pulau Tikus itu masih dilarang transhipment. Untuk ke depannya tergantung hasil pembahasan bersama tim nanti,\" tukasnya. Sementara itu, Kasi Keselamatan dan Pelayaran KSOP Bengkulu, Panhidi juga mengaku belum dapat memastikan apakah perairan Pulau Tikus tersebut aman digunakan sebagai lokasi transhipment atau tidak. Karena pihaknya sendiri belum pernah meninjau langsung perairan tersebut. \"Belum bisa kita perkirakan apakah aman atau tidak, namun informasinya memang perairan itu dijadikan lokasi transhipment batu bara oleh kapal tongkang ke kapal vesel,\" terangnya. (400)
Kajian Transhipment Libatkan TNI-Polri
Senin 28-04-2014,11:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB
Tinjau Pembangunan TPS 3R di Harapan Makmur, Erna Sari Dewi Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Sumber PADes
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB