BENGKULU, BE - Pembangunan rel Kereta Api (KA) Bengkulu - Muara Enim sepanjang 127 KM akan segera dilelang di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Semua berkas tentang pembangunan rel yang membutuhkan anggaran sebesar Rp 30 triliun itu sudah disampaikan oleh PT Mandela Resources prakarsa proyek tersebut ke Kementerian Perbuhungan. Hal ini dibahas dalam rapat yang digelar Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan pihak PT Mandela Resources di gedung daerah, pagi kemarin (11/4). \"Dalam kesempatan itu, Presiden Director PT Mandela Dr Djoko Soedibyo mengungkapkan bahwa semua berkas untuk lelang sudah disampaikan ke Kementerian Perhubungan dan diperkirakan tidak lama lagi proses lelang akan segera dibuka,\" kata Plt Kadishubkominfo Provinsi Bengkulu, Ir Bambang Budi Djatmiko kepada BE, kemarin. Menurutnya, semua tahapan lelang akan ditentukan oleh pihak kementerian, sedangkan Pemerintah Provinsi Bengkulu hanya bertugas membantu negosiasi pembebasan lahan. Mengingat jalur yang bakal dilalui rel kereta api itu banyak tanah masyarakat yang perlu dibebaskan dengan cara membayar ganti rugi. \"Kita hanya memfasilitasi saja, sedangkan semua biayanya akan ditanggung oleh investor,\" ujarnya. Budi juga mengungkapkan, berdasarkan pengakuan dari Presiden Director PT Mandela itu bahwa sejauh ini sudah banyak investor asing yang ingin mengikuti lelang, seperti investor asal Korea, China dan India serta beberapa negara lainnya. \"Pembangunan dan pembelian kereta api ini sama sekali tidak menggunakan APBD atau pun APBN, semuanya ditanggung oleh pihak investor. Pemerintah daerah hanya membantu membebaskan lahan yang dilalui rel tersebut secara administrasi,\" terangnya. Ia mengungkapkan, rel kereta api tersebut untuk sementara hanya fokus mengangkut batubara dari Sumsel, Muara Enim, Kepahiang dan Bengkulu Tengah menuju ke pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Karena itu, semua pertambangan batu bara yang ada di wilayah tersebut akan mengikatkan diri dalam bentuk MoU atau kerjasama dengan pemilik rel dan kereta api. Banyak manfaat yang diperoleh Provinsi Bengkulu jika pembangunan rek kereta api itu terealisasi, seperti terhindarnya kerusakan jalan yang diakibatkan truk batu bara seperti yang terjadi selama ini, dan pendapatan asli daerah akan mengingkat. Karena perjanjiannya, bahwa pihak investor akan memberikan keuntungannya sebesar 20-25 persen dari total keuntungan yang diperolehnya setiap bulan. (400)
Pembangunan Rel KA Segera Dilelang
Sabtu 12-04-2014,11:50 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 17-03-2026,12:09 WIB
Libur Sekolah, MBG Dialihkan ke Ibu Hamil dan Balita
Selasa 17-03-2026,12:12 WIB
Potensi Puting Beliung Meningkat, Ini Imbauan BPBD Lebong
Selasa 17-03-2026,12:25 WIB
Pemprov Bengkulu Perkuat Program Orang Tua Asuh untuk Anak Yatim
Selasa 17-03-2026,12:06 WIB
Operasi Ketupat 2026, Jalinbar Mukomuko Dijaga Ketat
Selasa 17-03-2026,12:17 WIB
DKP Kota Bengkulu Sediakan Lele Murah dan Bibit untuk Warga
Terkini
Selasa 17-03-2026,16:54 WIB
Layanan SIM dan SKCK di Polresta Bengkulu Tutup Sementara Saat Nyepi dan Lebaran, Ini Jadwalnya
Selasa 17-03-2026,16:05 WIB
Libur Lebaran, Call Center 110 Tetap Siaga 24 Jam di Bengkulu
Selasa 17-03-2026,16:02 WIB
Libur Lebaran di Pantai Panjang, Polisi Minta Wisatawan Tak Nekat Berenang
Selasa 17-03-2026,15:52 WIB
Polresta Bengkulu Sediakan Titip Kendaraan Gratis Saat Mudik
Selasa 17-03-2026,15:32 WIB