NAPAL PUTIH, BE - Belum diperbaiki jalan menuju Desa Lebong Tandai Kecamatan Napal Putih, hingga saat ini. Warga di wilayah itu harus mengeluarkan biaya lebih, untuk keluar dan masuk ke desa. Sebelumnya hanya satu kali naik molek (kereta), saat ini terpaksa harus dua kali. Biaya sekali naik molek sebesar Rp 25 ribu. \" Pemerintah daerah semestinya memperhatikan jeritan warga Lebong Tandai, yang terisolir, \" kata Kades Lebong Tandai, Kamarudin. Sedangkan untuk jalan alternatif lain, belum ada. Hal itu menjadikan warga semakin terpuruk, karena wilayah Lebong Tandai masih dikelilingi hutan. Imbasnya, harga barang-barang di desa itu melonjak beberapa kali lipat dibandingkan daerah lain. \"Warga desa, kalau mau keluar desa mungkin berfikir dulu.Selain butuh biaya besar, resiko musim hujan seperti ini juga besar. Jalan licin dan takut longsor karena kondisi jalan ada yang diperbukitan, dan dekat dengan jurang,\" jelasnya. (117)
Rel Putus, Warga Terisolir
Sabtu 22-03-2014,12:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 29-07-2026,15:26 WIB
Sidang PT RSM, Saksi Ahli Nilai Pertanggungjawaban Melekat pada Perusahaan
Rabu 29-07-2026,15:06 WIB
Pledoi Latifa Tusa'diah: Klaim Mengalami Tekanan, Akui Ambil Uang, dan Mohon Keringanan Hukuman
Rabu 29-07-2026,14:40 WIB
Tax Ratio Bengkulu Turun, DJP Bidik Perusahaan Sawit yang Terdaftar di Luar Daerah
Terkini
Rabu 29-07-2026,15:28 WIB
Pemkot Bengkulu Optimalkan Dana BOSP Rp60 Miliar Demi Pendidikan Berkualitas
Rabu 29-07-2026,15:26 WIB
Sidang PT RSM, Saksi Ahli Nilai Pertanggungjawaban Melekat pada Perusahaan
Rabu 29-07-2026,15:24 WIB
Tepis Isu Kelangkaan, Kemenag Mukomuko Garansi Pelayanan Buku Nikah di Seluruh KUA Lancar
Rabu 29-07-2026,15:23 WIB
Tutup Celah Penyelewengan Dana BOS Madrasah, Kemenag Mukomuko Gandeng Jaksa
Rabu 29-07-2026,15:21 WIB