KEPAHIANG, BE - Pimpinan partai politik (Parpol) Islam di Kepahiang meminta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) berlaku tegas menjelang pelaksanaan Pileg 9 April mendatang. Hal ini menyeroti banyaknya calon anggota legeslatif (caleg) yang menggunakan jasa kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk melakukan kampanye secara terselubung. \"Kami minta pihak Panwaslu berlaku tegas, karena saat ini sudah banyak temuan dari intern partai soal adanya dugaan keterlibatan PNS dalam pelaksanaan kampanye atas suruhan salah satu caleg saat ini,\" ujar Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PBB) Drs Ahmad Rizal MM. Menurutnya, jika pihak Panwaslu cermat dan menelusuri soal dugaan ini, maka akan diketahui caleg yang menggunakan jasa PNS ini. \"Sebenarkan jika Panwaslu itu turun kelapangan untuk mengecek soal dugaan ini, pasti ditemui siapa dalangnya. Hanya saja Panwalu kami rasa kurang efektif dalam melakukan pengawasanya,\" jelasnya. Hal senada juga disampaikan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kepahiang H Zainal SSos MSi. Menurutnya, keberadaan caleg tidak hanya menggunakan jasa PNS saja. Tetapi kalangan pelajar dan guru juga banyak dimamfaatkan guna mencari dukungan politisi menjelang pelaksanaan Pileg. \"Saya selaku wakil komisi I sudah banyak menerima pengaduan terhadap adanya dugaan intimidasi terhadap guru dan siswa oleh caleg. Kami harap ini juga menjadi kajian tersendiri bagi Panwaslu saat ini, karena kami menilai adanya permasalahan ini akan mencederai sistem demokrasi kita saat ini,\" jelasnya. Sementara itu, anggota Divisi Pengawasan Panwaslu Kepahiang Rusman SE menyampaikan, kejanggalan dalam pelaksanaan tahapan Pemilu, seharusnya pihak yang dirugikan melapor ke Panwascam ataupun Panwaslu secara langsung. Menurutnya, identitas pelapor akan dirahasiakan apabila informasinya tidak mau diketahui oleh masyarakat umum. \"Kalau ada kejanggalan dalam tahapan Pemilu ini yang dilakukan Caleg ataupun Parpol, masyarakat bisa melapor ke Panwascam ataupun Panwaslu langsung. Mengenai identitas pelapor akan kami rahasiakan, hanya saja laporan tersebut disertai dengan bukti yang jelas dan tidak mengada-ada,\" jelasnya. (505)
Parpol Gunakan PNS Kampanye Terselubung
Kamis 06-03-2014,16:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 04-07-2026,16:52 WIB
Mediasi Sengketa Lahan SDN 62 Kota Bengkulu Belum Bergerak, DPRD Minta Konfirmasi ke Sekda
Sabtu 04-07-2026,16:50 WIB
Vonis Bebby Hussy Diperberat di Tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Bengkulu Kabulkan Seluruh Banding Jaksa
Sabtu 04-07-2026,16:22 WIB
Musda PARI Bengkulu 2026 Digelar, Siapkan Kepemimpinan Baru Hadapi Tantangan Transformasi Layanan Kesehatan
Sabtu 04-07-2026,16:34 WIB
Bisa Dipidana, Pemilik Ternak Lepas Liar di Bengkulu Selatan Terancam Proses Hukum Jika Picu Kecelakaan Maut
Sabtu 04-07-2026,16:43 WIB
Revisi Tata Ruang Jadi Kunci, Teuku Zulkarnain: Pulau Baai Harus Jadi Kawasan Industri
Terkini
Sabtu 04-07-2026,22:13 WIB
Sambangi RSUD Lebong, Senator Destita Siap Kawal Pengembangan Fasilitas Hingga ke Kementerian Kesehatan
Sabtu 04-07-2026,16:52 WIB
Mediasi Sengketa Lahan SDN 62 Kota Bengkulu Belum Bergerak, DPRD Minta Konfirmasi ke Sekda
Sabtu 04-07-2026,16:50 WIB
Vonis Bebby Hussy Diperberat di Tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Bengkulu Kabulkan Seluruh Banding Jaksa
Sabtu 04-07-2026,16:43 WIB
Revisi Tata Ruang Jadi Kunci, Teuku Zulkarnain: Pulau Baai Harus Jadi Kawasan Industri
Sabtu 04-07-2026,16:34 WIB