TUBEI, BE - Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP MSi berharap sistem ijon selama ini melekat pada kalangan petani harus dihilangkan. Hal tersebut merupakan salah satu penghambat majunya pertanian. Sebelumnya dikenal sebagai daerah lumbung padi. Terlebih saat ini sudah mulai memasuki musim tanam tahun 2014. \"Sistem ini tentunya harus berubah, sebab kalau masyarakat masih terikat dengan sistem ijon ini tentunya tidak bisa sejahtera. Makanya peran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Lebong, perangkat desa, termasuk para kelompok tani dalam menekan praktek system ijon ini harus ditingkatkan,\" kata Rosjonsyah. Pemerintah daerah, lanjut Bupati Rosjonsyah, akan terus berupaya membantu petani dalam segala aspek. Hal ini juga dalam rangka untuk terus meningkatkan hasil produksi pertanian, terutama gabah/beras petani di Kabupaten Lebong. \"Makanya kita sangat mengharapkan seluruh pihak berperan aktif agar praktek ijon ini bisa dikurangi atau malah kalau bisa dihilangkan sama sekali. Agar kesejahteraan petani bisa semakin meningkat,\" tambahnya. Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Lebong Ahmad Gusti mengatakan, untuk menekan bahkan menghilangkan system ijon dimasyarakat tersebut memang terbilang cukup susah. Apalagi kebanyakan masyarakat adalah petani penggarap. Sehingga ketika akan turun tanam, mereka cukup kebingungan harus mencari modal. \"Makanya mereka memilih mengambil pinjaman kepada pemilik modal dengan jangka waktu pembayaran disaat panen. Meskipun harganya dibawah harga standar, namun itu adalah solusi cepat bagi petani yang tidak memiliki modal cukup untuk turun tanam. Ini harus dicarikan formulanya oleh pemerintah,\" kata Gusti. Meskipun memang pada tahun lalu, lanjut Gusti, DPKP Lebong bersama PT. Pertani menggelontorkan program pinjaman lunak, namun kendala lain adalah, masih banyak petani yang tidak masuk dalam anggota kelompok tani. Sedangkan kebanyakan program pemerintah, penyalurannya kepada petani melalui perantara kelompok tani. \"Makanya tahun ini diharapkan seluruh elemen dan stakholder yang ada bisa bekerja bersama-sama untuk mencari formal agar system ijon yang menyengsarakan petani tersebut bisa dihilangkan,\" ucap Gusti.(777)
Hilangkan Sistem Ijon
Minggu 09-02-2014,12:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 21-03-2026,17:58 WIB
Terkait Beredar Mobil Dinas Parkir di Depan Warung Remang-Remang, Ini Tanggapan Assisten II Pemkot Bengkulu
Sabtu 21-03-2026,17:52 WIB
Bupati Bengkulu Utara Lepas Pawai Takbir Keliling
Minggu 22-03-2026,14:54 WIB
Geliat Roda Ekonomi di Balik Arus Mudik: Antara Tradisi dan Potensi Kebijakan “Gerak Bersama"
Minggu 22-03-2026,15:07 WIB
Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi pada 24 sampai 29 Maret 2026
Minggu 22-03-2026,15:25 WIB
Pawai Obor Terangi Kota Manna
Terkini
Minggu 22-03-2026,17:43 WIB
Garuda Indonesia Hentikan Operasional di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu
Minggu 22-03-2026,17:09 WIB
Propam Polda Bengkulu Ingatkan Anggota Jaga Disiplin dan Maksimalkan Pelayanan ke Masyarakat
Minggu 22-03-2026,17:06 WIB
Akui Kesalahan Terdakwa Kasus Koripso Batubara Siap Kembalikan KN Rp159 M
Minggu 22-03-2026,17:02 WIB
Pemerintah Pastikan Haji 2026 Aman, CJH Bengkulu Diminta Tak Terpengaruh Isu Global
Minggu 22-03-2026,16:59 WIB