AIR NAPAL, BE - Ag (52) pelaku penerbit SK GBD palsu yang terungkap saat ini, tak lama lagi akan mendekam dibalik jeruji besi. Pelaku yang kesehariannya dikenal mantan kepala sekolah dan guru ini, saat ini bekerja di kantor Camat Air Napal sebagai Kasi pemasyarakatan desa (PMD). Tak hanya itu, ada dugaan keterlibatan pelaku laiinya yang melibatkan oknum guru. Saat ini, pasca terungkapnya kasus itu, pelaku tidak pernah lagi masuk kantor. Hal itu diungkapkan Camat Air Napal, Yoyo Suparyo SIP. Padahal selama ini, Ag termasuk pegawai yang rajin dan tidak pernah bolos. \"Kalau kerjanya, dia baik sekali. Tapi sudah beberapa hari ini semenjak kasusnya terungkap dia tidak pernah masuk kerja,\" terang Yoyo. Dikatakan camat, dirinya pernah menanyakan hal itu kepada Ag. Akan tetapi sejauh ini belum ada tanggapan. Jika yang bersangkutan tidak masuk kerja dalam kurun waktu lama, akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku. \"Saya selaku camat dan atasannya, silahkan polisi mengusut kasus ini hingga tuntas karena itu tidak ada kaitannya dengan kecamatan,\" tukasnya. Kadispendikbud BU, Haryadi SPd MM, mengharapkan pihak kepolisian mengusut tuntas siapa saja pelaku yang terlibat dalam kasus ini. Pasalnya kuat dugaan pelaku Ag tidak sendirian menjalankannya. Ada dugaan keterlibatan pihak lain dan hal itu perlu secepatnya diungkap, agar tidak meresahkan masyarakat. \"Siapapun pelakunya usut tuntas dan jangan pandang bulu. Apalagi korban penipuan kasus ini cukup banyak,\" tandas Haryadi. Terpisah Kapolres BU, AKBP Ahmad Tarmizi SH melalui kabag Ops Kompol Frengki Leo AMd mengatakan untuk pelaku sejauh ini belum dilakukan penangkapan. Pasalnya polisi masih menjalankan proses pemeriksaan saksi-saksi dan korban. \"Kalau memang pemeriksaan saksi-saksi dan korban selesai, dan pelaku dinyatakan terlibat akan langsung kita tahan,\" kata Frengki. (**)
Penerbit SK GBD Palsu “Menghilang”
Selasa 21-01-2014,17:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB