PSK Ancam Demo Telanjang

Sabtu 18-01-2014,13:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar

BENGKULU, BE - Merasa eksistensinya terancam karena rutinnya razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu, seorang pekerja seks komersil (PSK), mengancam akan melakukan aksi telanjang di depan kantor walikota.  Saat razia digelar, PSK ini berhasil lari ketika Satpol PP Kota Bengkulu tiba di kawasan tempat ia mangkal di Air Sebakul. \"Kami ini suami nggak punya, anak harus makan. Kalau tidak dari sini (PSK, red) kemana kami harus mencari uang? Mereka itu tidak mikir. Kenapa kami-kami ini saja yang dirazia. Kenapa tidak yang dilokalisasi itu saja. Kalau kami dirazia terus, kami akan demo telanjang di depan kantor walikota,\" kata seorang perempuan yang mengaku bernama Tia sambil terengah-engah ketika berhasil lolos dari kejaran Satpol PP yang menggelar razia rutin di kawasan Terminal Air Sebakul, kemarin. Sementara Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, menegaskan, pihaknya tidak akan pernah surut untuk senantiasa melakukan penertiban. Menurutnya, razia penyakit masyarakat (pekat) yang mereka gelar akan terus berlangsung selama ia memimpin Satuan Penegak Perda (Peraturan Daerah) tersebut. \"Bukan hanya menjelang HPN (Hari Pers Nasional), razia ini akan terus kita lakukan seterusnya sampai perbuatan asusila di Kota Bengkulu ini tidak lagi ada. Karena tindakan asusila dilarang oleh praturan kita sebagaimana yang termaktub dalam Perda Nomor 24 Tahun 2000 tentang perbuatan asusila,\" tukasnya. Setiap warga kota yang terjaring dalam razia ini, lanjutnya, mereka akan memberikan pembinaan. Bilamana pembinaan itu tidak memberikan efek jera, maka pihaknya akan menindaklanjuti dengan memberikan sanksi tindak pidana ringan (Tipiring). \"Saat kita razia, mereka yang tak bisa menunjukkan identitas maka kita tahan. Kalau sudah berkali-kali kita ajukan ke pengadilan. Tapi kalau memang kita ketahui tidak memenuhi unsur pidana, misal ketika ditemukan tidak melakukan hubungan seksual, maka kita lepaskan,\" terangnya. Jahin juga mengungkapkan, pihaknya juga akan menggelar razia rutin terhadap panti-panti pijat yang ada di Kota Bengkulu. Bagi setiap panti pijat atau sejenisnya yang tidak memiliki izin lengkap, maka pihaknya akan melakukan penutupan terhadap tempat praktik seperti ini. \"Terutama pada jam kerja, razia ini akan terus kita gelar. Kalau memang ada yang tidak memiliki izin, dan tidak mau menutup usahanya ketika sudah tegur, maka akan kita tutup paksa,\" pungkasnya. (009)

Tags :
Kategori :

Terkait