TUBEI,BE - Penggunaan air permukaan oleh investor bisa menjadi salah satu sumber Pendapatan daerah . Sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang nomor32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang No 28 tahun 2009, tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Namun sejauh ini investor salah satunya PLTA Tes, yang memanfaatkan Sumber air dari danau tes di Kecamatan Lebong Selatan belum pernah melaporkan data debit air yang dipergunakan. PAD yang menjadi hak Kabupaten pun juga belum pernah didapatkan. Untuk itu DPRD Lebong meminta Pemkab Lebong menghitung jumlah debit air, guna perhitungan PAD daerah. Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Lebong Affan Jauhari SE kepada BE kemarin. \"Pemungutan Pajak Air permukaan memang menjadi kewenangan Provinsi. Pajak yang di sektorkan ini sebagian menjadi hak kabupaten yang di transfer oleh Provinsi. Seharusnya Pihak PLTA Tes menyampaikan laporan kepada Pemkab Lebong seberapa banyak mereka menggunakan Debit Air dari Danau tes tersebut. Penggunaan debit Air inilah yang tidak pernah kita tau,\" ungkap Affan. Untuk mengetahui debit air yang dipergunakan PLTA Tes tersebut, Affan Jauhari mendesak agar Pemkab Lebong melalui Dinas Pertambangan dan energi melakuan penghitungan debit air yang di gunakan, sehingga pajak daerah dari Air permukaan ini dapat dikatahui. \"Penghitungan debit airyang dipergunakan PLTA tersebut kita minta dihitung, karena dari setiap kubik air tersebut ada nilai rupiahnya. Jangan-jangan dana yang ditransfer oleh pihak provinsi sebagai bagian kabupaten lebih besar dari yang kita terima,\" ucap Affan. Dikatakan Affan, kewenangan daerah untuk memungut pajak dalam peraturan perundang-undangan dilegitimasi dalam pasal 21 huruf e Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Ketentuan undang-undang ini menyatakan, dalam menyelenggarakan otonomi, daerah mempunyai hak memungut pajak daerah dan retribusi daerah. Dalam undang-undang dinyatakan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) adalah dari hasil pajak daerah. Pajak daerah ini sendiri diatur dalam Undang-undang No 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Dalam pasal 1 butir 10 undang-undang tersebut, salah satunya pajak Air Pemukaan. Untuk itu, setiap perusahan yang beroperasi di daerah memiliki kewajiaban untuk memberikan dana tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat. Pihak perusahaan harus memberikan laporan dana CSR tersebut Kepada pemda. \"Pemda sendiri memiliki kewenangan melakukan Audit terhadap dana CSR yang dikeluarkan oleh perusahaan apakah telah dijalankan atau tidak,\" pungkas Affan.(777)
Pemda Diminta Hitung Air
Jumat 17-01-2014,17:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 18-04-2026,17:50 WIB
Tarik Tunai BRI Tanpa Kartu Makin Mudah, Ini Cara Praktis Lewat BRImo
Sabtu 18-04-2026,15:18 WIB
Bank Bengkulu Bawa Event Nasional ke Daerah, Undian Simpeda Agustus 2026 Digelar di Bengkulu
Sabtu 18-04-2026,15:38 WIB
Egrek Sentuh Kabel PLN, Pemuda di Seluma Meninggal di TKP
Sabtu 18-04-2026,14:20 WIB
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Anggota DPRD Kota Bengkulu Terus Bergulir, Muncul Fakta Baru
Sabtu 18-04-2026,15:47 WIB
Bengkulu di Ring of Fire, Masyarakat Didorong Mandiri Hadapi Bencana
Terkini
Sabtu 18-04-2026,17:56 WIB
Rahasia Hidup Bahagia, Mulai dari Bersyukur hingga Jaga Kesehatan Mental
Sabtu 18-04-2026,17:50 WIB
Tarik Tunai BRI Tanpa Kartu Makin Mudah, Ini Cara Praktis Lewat BRImo
Sabtu 18-04-2026,17:38 WIB
Ciptakan Suasana Kerja Nyaman, Ini Strategi Tingkatkan Produktivitas Karyawan
Sabtu 18-04-2026,16:41 WIB
Pemkot Bengkulu Ajak Komunitas Drone dan Fotografi Ramaikan Karnaval Batik Besurek 2026
Sabtu 18-04-2026,15:47 WIB