ARGA MAKMUR, BE - Hearing antara Komisi I DPRD BU dengan 17 camat, serta empat lurah di Bengkulu Utara, mendapatkan banyak temuan. Diantaranya, para camat dan lurah mengeluhkan minimnya anggaran yang diberikan. Padahal kecamatan dan kelurahan merupakan SKPD tersendiri. \"Ternyata banyak sekali keluhan yang disampikan para camat dan lurah. Dewan akan mengkaji terlebih dahulu dan menginventarisir usulan itu,\" kata Ketua Komisi I DPRD BU, Drs Slamet Riyadi. Seperti diungkapkan Camat Ulok Kupai, Gunawan SSos, akibat minimnya anggaran itu, camat ataupun lurah kesulitan membagi pos anggaran yang tersedia. Sedangkan kebutuhan anggaran untuk membiayai program serta kegiatan cukup besar. Imbasnya, kinerja camat dan lurah selama ini menjadi kurang maksimal. \"Pekerjaan kecamatan itu banyak, kalau tidak didukung dengan anggaran akan menjadi persoalan di tingkat internal,\" kata Gunawan. Adanya penambahan anggaran dari tahun sebelumnya sangat diharapkan. Hal itu bertujuan agar kepala seksi yang ada di setiap kecamatan bisa merancang program dan menjalankannya dengan maksimal. \"Kalau anggarannya cukup, kepala seksi tidak perlu kelimpungan mencari tambahan dana,\" jelasnya. Senada dikatakan Lurah Purwodadi, Syaiful Rahman SIP, untuk anggaran kelurahan sebaiknya dianggarkan sesuai dengan kebutuhan. Hal itu bertujuan agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal. (117)
Camat Minta Tambah Anggaran
Kamis 09-01-2014,14:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 27-07-2026,19:36 WIB
Ketika Diam Menjadi Sinyal: Membaca Fenomena Silent Struggle dalam Perspektif Ilmu Komunikasi
Senin 27-07-2026,10:03 WIB
Daftar 26 Mahasiswa Baru S2 Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu yang Lulus Tes TPA dan Wawancara
Senin 27-07-2026,11:06 WIB
Sambut HUT RI ke-81, AMJ Gelar Turnamen Badminton Berhadiah Rp10 Juta
Senin 27-07-2026,15:55 WIB
Waspada Kemarau, Damkar Kota Bengkulu Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Sampah Sembarangan
Senin 27-07-2026,15:59 WIB
Audit BPKP Bergulir, Dugaan Korupsi Rp6,2 Miliar di Disparpora Kepahiang Terus Diusut
Terkini
Senin 27-07-2026,19:43 WIB
Kokok Yang Kalah Nyaring
Senin 27-07-2026,19:36 WIB
Ketika Diam Menjadi Sinyal: Membaca Fenomena Silent Struggle dalam Perspektif Ilmu Komunikasi
Senin 27-07-2026,16:10 WIB
Pria Mengaku Polisi Diduga Bawa Kabur Motor Warga di Selupu Rejang
Senin 27-07-2026,16:05 WIB
Fenomena 'Kotak Kosong' Masuk Desa, Ini Peta Aturan Baru Pilkades Serentak di Mukomuko
Senin 27-07-2026,16:03 WIB