Hemat Biaya Pupuk dan Pakan, Dinas Pertanian Mukomuko Dorong Program Integrasi Sapi-Sawit
Hemat Biaya Pupuk dan Pakan, Dinas Pertanian Mukomuko Dorong Program Integrasi Sapi-Sawit--
BENGKULUEKSPRESS.COM — Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko terus mendorong para petani di daerah untuk menerapkan pola integrasi antara peternakan sapi dan perkebunan kelapa sawit. Sistem pertanian terpadu ini dinilai efektif memberikan keuntungan ganda bagi masyarakat, sekaligus memangkas biaya operasional kebun dan pakan ternak.
Melalui pola integrasi ini, limbah kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk organik cair maupun padat untuk menutrisi tanaman sawit. Sebaliknya, areal perkebunan sawit menyediakan sumber pakan hijauan yang melimpah bagi hewan ternak.
Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, menjelaskan bahwa program ini menjadi solusi cerdas agar petani tidak lagi bergantung pada satu sumber pendapatan semata.
Melalui integrasi sapi dan sawit, petani mendapatkan manfaat dari dua sektor sekaligus. Kotoran sapi diolah menjadi pupuk organik gratis untuk sawit, sementara area perkebunan menjadi penyedia pakan alami bagi ternak. Ada hubungan timbal balik yang sangat menguntungkan," Kata Hari.
menegaskan, penerapan pola terpadu tersebut terbukti ampuh menekan biaya produksi pertanian yang kian tinggi, terutama akibat fluktuasi harga pupuk kimia. Di sisi lain, pakan hijauan yang melimpah di bawah naungan pohon sawit dapat memicu pertumbuhan bobot ternak secara lebih cepat dan optimal.
BACA JUGA:Terapkan Manajemen Talenta ASN, Pemkab Kaur Terima Penghargaan BKN
BACA JUGA:Tujuh Siswa SD 59 Diduga Keracunan MBG, Dinkes Kota Bengkulu Kirim Sampel Makanan ke BPOM
Oleh karena itu, Dinas Pertanian Mukomuko meminta masyarakat tidak lagi memandang sektor perkebunan dan peternakan sebagai dua unit usaha yang terpisah. Keduanya dapat dipadukan menjadi satu ekosistem ekonomi yang jauh lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah pun berkomitmen akan terus memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani yang berminat mengembangkan sistem integrasi ini di kawasan kebun mereka.
"Kami ingin perkebunan sawit warga tidak cuma menghasilkan tandan buah segar, tetapi juga menjadi sentra pengembangan peternakan sapi masyarakat. Langkah ini sangat sejalan dengan upaya kita meningkatkan kesejahteraan petani berbasis potensi lokal," tutup Hari Mustaman. (**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

