JAKARTA - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan penetapan harga elpiji 12 kg tergantung pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Pertamina (Persero). Ia memastikan akan ada perubahan harga. \"Sudah sangat jelas, kalau (harga) tetap ya tidak ada RUPS. Hanya memang besok kita akan konsultasi dengan BPK karena BPK yang meminta dinaikkan,\" ujar Hatta di Jakarta, Minggu, (5/1). Hanya saja, Hatta berharap harga yang ditetapkan tidak sampai terlalu tinggi dan memberatkan masyarakat. Menurutnya, Pertamina dan BPK, harus segera memberikan putusan terkait harga elpiji sesuai tenggat waktu yang ditentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, Hatta membantah anggapan bahwa pemerintah membiarkan Pertamina merugi. \"Tunggulah besok. 1x24 jam, tadi keputusan setengah empat (15.30, red), jadi besok paling lama setengah empat,\" tandas Hatta, kemarin. SBY Tenggat Pertamina 1x24 Jam Sebelumnya, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan PT Pertamina meninjau kembali harga elpiji 12 kg yang sempat mengalami kenaikan 50 hingga 60 persen. Pasalnya, kata Presiden, kenaikan ini membawa dampak sosial bagi masyarakat. Ini disampaikan Presiden usai menggelar rapat kabinet terbatas dengan sejumlah menteri di Pangkalan TNI AU, Jakarta Timur, Minggu, (5/1). \"Sebagai pemegang saham pemerintah mendorong Pertamina untuk melakukan peninjauan kembali. Saya harapkan tetap melalui prosedur dan undang-undang,\" ujar Presiden dalam jumpa persnya. Presiden dalam hal ini juga mengundang Badan Pemeriksa Keuangan untuk berkonsultasi dengan pemerintah dan Pertamina membahas masalah harga elpiji sesuai dengan hasil audit dan rekomendasi BPK. \"Saya meminta Pertamina bersama menteri terkait yang diamanahkan oleh undang-undang untuk menyelesaikan peninjauan kembali dalam waktu 1hari. 1x24jam,\" sambung Presiden. Presiden menyatakan pemerintah menginginkan kebijakan harga elpiji 12kg ini tidak merugikan Pertamina dan maupun negara. Namun penyesuaian atau kenaikan harga dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan dan daya beli masyarakat. Diduga Skenario Jatuhkan Dahlan Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menduga salah satu skenario besar di balik kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram adalah untuk menjatuhkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. \"Menjadikan nama DI (Dahlan Iskan) tercemar di mata masyarakat luas. Khususnya kelas menengah ke bawah,\" ujarnya di Jakarta, Minggu (5/1). Menurut Ray, DI diduga dijadikan target, tak lepas karena namanya makin kokoh sebagai pemuncak dalam berbagai survei kandidat calon presiden Partai Demokrat. Sementara nama yang digadang-gadang kelompok elit tertentu, tak jua menuai kesan postif di tengah masyarakat. \"Bila nama DI dibuat buruk di masyarakat, ada kemungkinan nama yang diinginkan terpilih dalam konvensi akan makin mudah dinominasikan,\" katanya. Selain itu, Ray menilai kenaikan harga gas juga sepertinya sengaja disiapkan sebagai skenario untuk menaikkan elektabilitas partai-partai koalisi. \"Sejak awal kemungkinan memang dibuat skenario untuk menaikan harga elpiji, tetapi sekaligus begitu diumumkan Pertamina, akan dibatalkan oleh partai-partai yang sebelumnya mendukung,\" katanya. Target dari skenario ini menurut Ray, agar partai koalisi terlihat pro rakyat, peduli pada kesulitan dan sensitif terhadap kehendak publik. Dengan begitu pula, sedikit banyak diharapkan akan dapat menaikkan baik popularitas maupun elektabilitas partai. \"Dalam hal ini terlihat sangat dominan menolak adalah Dmokrat dan PAN. Padahal sebelumnya, dua partai ini kalau tak disebut mendukung (kebijakan), seolah membiarkan pertamina mengambil sendiri kesimpulan menaikkan atau menurunkan harga gas elpiji,\" katanya. Kini setelah dinaikkan dan terlihat ada amarah masyarakat, dua parpol ini buru-buru balik badan seolah tidak mendukung sama sekali. Mereka menurut Ray, bahkan mengecam pertamina seolah tak sensitif dengan beban masyarakat. \"Inilah nampaknya dua target yang hendak dicapai dalam skenario kenaikan harga gas elpiji. Kita tunggu skenario dan permainan berikutnya,\" kata Ray. (jpnn)
Kenaikan Elpiji Dikoreksi
Senin 06-01-2014,11:22 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 08-10-2026,10:20 WIB
Dr Tirta Ungkap Cara Naikkan Berat Badan Sehat, Ternyata Bukan Sekadar Banyak Makan
Kamis 08-10-2026,10:04 WIB
Tak Banyak yang Tahu, Plasma Darah Ternyata Jadi Bahan Baku Obat Hemofilia
Kamis 08-10-2026,09:58 WIB
Kasus Pencabulan Anak 5 Tahun Berujung Vonis Bebas, Ibu Korban Pertanyakan Keadilan
Kamis 08-10-2026,09:49 WIB
IHSG Terjun ke 6.146, Lonjakan Harga Minyak Jadi Pemicu
Kamis 08-10-2026,10:34 WIB
S1 Jurnalistik FISIP UNIB Gelar Seminar Nasional, Bahas Masa Depan Jurnalisme di Era AI
Terkini
Kamis 08-10-2026,15:23 WIB
Wali Kota Dedy Wahyudi Minta Pegawai Perumda Tirta Hidayah Solid dan Hindari Utang Berlebihan
Kamis 08-10-2026,15:19 WIB
Kinerja 1.875 PPPK Paruh Waktu Mukomuko Dievaluasi, Hasilnya Jadi Dasar Perpanjangan Masa Kerja
Kamis 08-10-2026,15:03 WIB
Dua Lahan Eks-HGU dan Satu Kawasan Hutan Dibahas dalam Rapat Reforma Agraria Mukomuko
Kamis 08-10-2026,13:50 WIB
Baru 38 Persen Jukir Perpanjang SPT, Bapenda Kota Bengkulu Beri Tenggat hingga 10 Oktober
Kamis 08-10-2026,13:15 WIB