KEPAHIANG, BE - Sejumlah pengusaha pengumpul kopi di Kepahiang mengeluhkan penjulan kopi ke Provinsi Lampung dan Pulau Jawa belum bisa dilakukan hingga awal ini. Hal tersebut sudah terjadi sejak pertengahan Desember 2013 lalu. \"Penjualan masih ditutup karena menyambut tahun baru. Minggu ini mungkin kembali dibuka. Itu karena tujuan penjualan kami ke Indokom Lampung atau Asal Jaya di Surabaya sebagai distributornya memang tutup setiap akhir tahun hingga awal Januari,\" ujar pengumpul hasil pertanian, Kepahiang, Susandra, kemarin (2/1). Dikatakannya, penjualan kopi ke luar daerah akan dilanjutkan setelah ada informasi dibukanya lagi penjualan di PT Indocom dan supplier kopi lainnya. \"Kalau pejualan dibuka lagi, kami akan kembali menjual, kalau belum dan kami menerima dari petani, akan tertumpuk saja,\" jelasnya. Menurutnya, saat ini harga biji kopi dari petani ke pengumpul berkisar antara Rp 15.500 hingga Rp 17 Ribu, atau tergantung dari kualitas biji kopi. \"Saat ini masih kisaran Rp 15.500 sampai Rp 17 Ribu. Itu pun tetap kami lihat kualitasnya. Yang harga tertinggi artinya memang itu kopi kualitas terbaik,\" katanya. Terpisah, pengusaha pengumpul kopi, H Zurdinata menyampaikan, produksi kopi di Kepahiang menurun sejak 2013. Hal itu disebabkan karena produksi kopi dari petani di Kepahiang memang turun akibat cuaca ekstrim. \"Produksi kopi yang masuk dari petani memang turun sejak 2013. Bahkan penurunan produksi kopi itu telah dirasakan sejak 2012 lalu, setelahnya memang sempat ada kenaikan dan penurunan harga,\" katanya. Menurutnya, terkait penjulan kopi diawal tahun memang sering mandeg karena beberapa perusahaan kopi tutup. Namun beberapa perusahaan besar di Pulau Jawa tetap berproduksi sehingga tidak menjadikan kendala terhadap penjualan kopi miliknya. \"Memang sebagian perusahaan ada yang tutup diawal tahun karena memang kalender merah. Namun kebanyakan juga perusahaan tetap berproduksi sehingga tidak menjadikan kendala bagi kita untuk menjual hasil komoditi kopi ini,\" tandasnya. (505)
Penjualan Kopi Mandeg
Jumat 03-01-2014,17:22 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 27-07-2026,19:36 WIB
Ketika Diam Menjadi Sinyal: Membaca Fenomena Silent Struggle dalam Perspektif Ilmu Komunikasi
Senin 27-07-2026,15:55 WIB
Waspada Kemarau, Damkar Kota Bengkulu Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Sampah Sembarangan
Senin 27-07-2026,15:59 WIB
Audit BPKP Bergulir, Dugaan Korupsi Rp6,2 Miliar di Disparpora Kepahiang Terus Diusut
Senin 27-07-2026,16:05 WIB
Fenomena 'Kotak Kosong' Masuk Desa, Ini Peta Aturan Baru Pilkades Serentak di Mukomuko
Senin 27-07-2026,15:46 WIB
Spektakuler! Kota Bengkulu Raih Rekor Dunia LEPRID Lewat Tari KATERA 15 Ribu Penari
Terkini
Selasa 28-07-2026,10:51 WIB
Tips #Cari_Aman di Jalan: Biasakan Gunakan Perlengkapan Berkendara Sebelum Naik Motor
Senin 27-07-2026,19:43 WIB
Kokok Yang Kalah Nyaring
Senin 27-07-2026,19:36 WIB
Ketika Diam Menjadi Sinyal: Membaca Fenomena Silent Struggle dalam Perspektif Ilmu Komunikasi
Senin 27-07-2026,16:10 WIB
Pria Mengaku Polisi Diduga Bawa Kabur Motor Warga di Selupu Rejang
Senin 27-07-2026,16:05 WIB