KOTA MANNA, BE – Adanya isu suap dalam penetapan 10 besar calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkulu Selatan (BS) hingga menyebabkan mantan sekretaris Timsel KPU, Heni Anggraini diperiksa penyidik tindak pidana korupsi (tipikor) Mapolres BS, mengindikasikan jika timsel tidak bekerja secara profesional. Hal ini disampaikan Samsu Hermanto SH selaku anggota Komisi C DPRD BS. “Saya sangat menyayangkan adanya isu tersebut. Sebab jika hal itu benar, maka anggota KPU yang akan dihasilkan oleh timsel tersebut tidak akan bekerja maksimal dan profesional. Sebab nantinya anggota KPU itu akan bekerja berdasarkan pesanan pihak tertentu. Apalagi seorang KPU harus merogok koceknya hingga ratusan juta untuk lolos,” kata Samsu. Samsu meminta KPU Provinsi mengevaluasi kembali penetapan 10 besar itu. Jika hal itu terbukti, maka KPU Provinsi harus mengambil alih penetapan 10 besar calon KPU BS. Selain itu dia berharap Polres Bengkulu Selatan dapat mengusut adanya dugaan suap serta intervensi pihak tertentu. Terlebih lagi ada bukti rekaman yang dibawa saksi ataupun mantan sekretaris timsel kepada penyidik. Hal itu mengindikasikan dugaan suap dan intervensi terhadap timsel itu semakin kuat. “Saya berharap Polres BS dapat menindaklanjutinya hinga tugas sehingga dugaan itu dapat dibuktikan kebenarannya,” kata Samsu. Sementara Ahmad Darwinto, salah satu calon anggota KPU BS yang tidak masuk 10 besar mendesak KPU Provinsi untuk segera membatalkan 10 besar yang dihasilkan timsel serta dapat mengambil alih penetapan 10 besar. Sebab 10 besar yang ditetapkan timsel beberapa waktu lalu diduga terkait adanya aksi suap dan pesanan pihak tertentu. “Adanya pemeriksaan mantan sekretaris timsel oleh penyidik Polres mengindikasikan dugaan aksi suap dan intervensi terhadap timsel semakin menguat, sehingga kami meminta KPU provinsi mengambil alih penetapan 10 besar,” terangnya. Senin lalu, mantan sekretaris timsel, Heni Anggraini menjalani pemeriksaan di Polres BS terkait adanya laporan warga jika seleksi 10 besar KPU diwarnai aksi suap dan intervensi pihak tertentu. Namun sayangnya, Kasat Reskrim Polres BS, AKP Farouk Oktora SH SIK enggan memberikan penjelasan terkait pemeriksaan tersebut.(369)
Kinerja Timsel Dipertanyakan
Kamis 26-12-2013,10:22 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Oppo Find X10 Segera Hadir di Indonesia, Ini Bocoran Spesifikasi dan Keunggulannya\!
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB