TUBEI,BE - Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebong, sejak awal bulan Desember 2014 turun ke lapangan. Petugas Dishutbun mendata seluruh petani yang berkebun di wilayah Muara Air Putih Kecamatan Pinang Belapis. Pendataan ini terkait keberatan warga atas klaim balai Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Bahwa lahan yang dijadikan lokasi pertanian oleh warga masuk kedalam kawasan. Dishutbun pun mengumpulkan tanda tangan warga sebagai bukti pendataan tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala Dishutbun Kabupaten Lebong, Fahrurrozi SSos MSi kepada BE beberapa waktu lalu. \"Iya kita sedang melakukan pendataan warga yang keberatan atas klaim Balai TNKS. Selain mendata kita juga meminta tanda tangan dari warga,\'\' kataFahrurrozi. Tanda tangan itu sebagai bahan bagi Dishutbun untuk mengajukan kepada Balai TNKS, agar meninjau langsung ke lokasi. Mengecek apakah lahan pertanian warga ini benar masuk kedalam kawasan atau tidak. Hasil cek ke lapangan itu nantinya juga dijadikan sebagai bahan Evaluasi bagi balai TNKS kedepanya. Ditambahkannya, setelah seluruh tanda tangan dari pemilik lahan tersebut terkumpul maka dishutbun akan segera menyurati kementrian Kehutanan dan menembuskanya ke pada DPR RI agar dapat melakukan Evaluasi ataupun Revisi atas tapal batas balai TNKS. \"Kita juga akan mengajukan kepada balai TNKS dan balai DAS Provinsi agar melakukan pemindahan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan kritis di lahan pertanian milik warga. Karena kebeadaan warga dilahan tersebut sudah berlangsung cukup lama bahkan warga berkebun dilahan tersebut sebagian besar memiliki surat yang di buat oleh Kepala Marga pada tahun 1960-1976 jauh sebelum adanya Penetapan Kawasan TNKS yang baru Keluar pada tahun 1982,\" tambahnya. Sebelumnya, sebanyak 60 warga dari berbagai desa yang memiliki lahan pertanian di Muara Air Putih di kecamatan Pinang Belapis mendatangi Bupati Lebong. Warga ini menyampaikan bahwa lahan pertanian mereka yang di olah sejak tahun 1960an dan memiliki surat dari pasirah. Namun, diklaim oleh Balai Besar Taman Nasional kerinci Sebelat masuk kedalam Kawasan TNKS. Akibatnya Warga menjadi resah Warga juga tidak menerima pihak TNKS melakukan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan kritis dilahan pertanian milik mereka. Warga yang menggantungkan hidup di Lokasi tersebut sekitar 300 Kepala keluarga. Lahan ini sudah digarap turun menurun oleh warga setempat. \'\'Pihak TNKS juga kami harapkan tidak bertindak tanpa etika, sehingga tidak menimbulkan gejolak. Kami minta dicarikan solusi untuk permasalahan ini,\'\' kata Drs Noharis Msi , selaku perwakilan warga.(777)
Dishutbun Kumpulkan Tanda Tangan Warga
Senin 23-12-2013,14:52 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 15-09-2026,14:08 WIB
Megawati Hangestri Kembali Jadi Sorotan, Hyundai Hillstate Beri Sinyal Mengejutkan
Selasa 15-09-2026,12:57 WIB
Security SPPG Diamankan Terkait Kematian Relawan MBG, Begini Kronologis Pembunahnnya
Selasa 15-09-2026,15:25 WIB
Pemkot Bengkulu Perkuat Mitigasi Bencana, Krisis Air hingga Ancaman Karhutla Jadi Sorotan
Selasa 15-09-2026,10:20 WIB
Sebelum Tidur, Jangan Lupakan 7 Kebiasaan Ini untuk Merawat Kecantikan
Selasa 15-09-2026,10:55 WIB
Rambut Lepek Padahal Baru Keramas? Ini Penyebab dan Tips Mengatasinya
Terkini
Selasa 15-09-2026,15:27 WIB
Seleksi Dewan Komisaris BPRS Fadhilah Diperpanjang, Pendaftaran hingga 17 September
Selasa 15-09-2026,15:25 WIB
Pemkot Bengkulu Perkuat Mitigasi Bencana, Krisis Air hingga Ancaman Karhutla Jadi Sorotan
Selasa 15-09-2026,15:13 WIB
DNA Jenazah Misterius di Enggano Dikirim ke Pusdokkes Mabes Polri, Dikaitkan dengan Hilangnya Jurnalis Krakata
Selasa 15-09-2026,15:11 WIB
Lanal Bengkulu Bersama Damkar, BPBD hingga Polda Padamkan Kebakaran Muara Dua
Selasa 15-09-2026,14:22 WIB