BENGKULU, BE - Pemerintah Kota Bengkulu menghadapi 4 masalah mendasar dalam mencapai tujuannya. Masalah-masalah ini dihimpun oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bengkulu agar dapat dianalisa untuk dicarikan pemecahan masalahnya. Diantaranya adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. \"Rendahnya SDM ini tercermin dari rendahnya tingkat pendidikan sebagian besar angkatan kerja, yaitu dapat dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan pada tahun 2011 didominasi oleh tamatan SLTA sebesar 40 persen sedangkan tamatan Sarjana hanya 16 persen,\" kata Kepala Bappeda Kota Bengkulu, Drs Hj Fitriani Badar AP MSi, kemarin. Ia melanjutkan, hal ini berdampak terhadap lemahnya kualitas pelayanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, perijinan, kependudukan dan catatan sipil. Hal ini terlihat dari masih belum optimalnya penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang berdampak pada rendahnya kepuasan masyarakat atas pelayanan yang diberikan. Permasalahan kedua, masih tingginya jumlah penduduk miskin. Sampai dengan tahun 2011 angka kemiskinan di Kota Bengkulu masih sebesar 22,23 persen berada jauh di atas angka kemiskinan Provinsi yaitu 17,36 persen dan nasional sebesar 12,36 persen. \"Pada perencanaan pembangunan selama 5 tahun ke depan diharapkan mampu mengurangi tingkat kemiskinan\" ujarnya. Ketiga, tata kelola pemerintahan yang belum optimal. Hal ini tercermin dari rendahnya kualitas infrastruktur dasar perkotaan yaitu sistem air bersih, sistem drainase dan pembuangan air limbah, sistem energi listrik, sistem komunikasi, sistem persampahan dan sistem jaringan transportasi. Kondisi jalan pada tahun 2011 yang rusak berat adalah 33,14 Km, rusak ringan 30,90 Km, sedang 50 Km, baik 698,90 Km. \"Sistem persampahan Kota Bengkulu pada tahun 2012 yang hanya mempunyai 1 TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Dan ini sudah tidak mencukupi lagi,\" sampainya. Karenanya ke depan, Pemerintah Kota telah menyusun sejumlah strategi pemecahan. Diantaranya, mengembangkan klaster industri atau roadmap perindustrian di setiap kecamatan dan kelurahan sesuai dengan potensi unggulan masing-masing melalui program Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake). \"Disamping itu kita juga memprioritaskan penumbuh kembangan industri rumah tangga yang merupakan salah satu sektor unggulan daerah dari segi kewirausahaan atau ekonomi kerakyatan, selain itu potensi lokal yaitu perikanan yang memberikan kontribusi yang cukup tinggi,\" paparnya. Kemudian, sambungnya, Pemerintah Kota juga akan mengembangkan peningkatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Hal ini dengan mendorong peningkatan peran inspektorat dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi program-program pembangunan daerah. \"Kita juga akan meningkatkan tatacara pengelolaan pemerintahan yang mengedepankan transparasi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Hal ini agar lebih mudah dalam pertanggungjawaban baik di hadapan publik maupun stakeholder,\" urainya. (009)
Kota Hadapi 4 Masalah
Sabtu 21-12-2013,12:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 28-08-2026,15:15 WIB
Pernah 7 Tahun di Curup, Ketua PT Bengkulu Djaniko Girsang: “Seperti Pulang Kampung”
Jumat 28-08-2026,16:04 WIB
Ribuan Jamaah Gema Salawat untuk Negeri di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu
Sabtu 29-08-2026,12:42 WIB
Zulhas Targetkan Pembenahan Tata Kelola MBG Sebelum 20 Oktober 2026
Sabtu 29-08-2026,12:50 WIB
Kabut asap menguatkan ancaman ISPA
Sabtu 29-08-2026,12:53 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 GWp Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Terkini
Sabtu 29-08-2026,12:56 WIB
Industri Minyak Atsiri Indonesia Makin Wangi di Pasar Global
Sabtu 29-08-2026,12:53 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 GWp Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Sabtu 29-08-2026,12:50 WIB
Kabut asap menguatkan ancaman ISPA
Sabtu 29-08-2026,12:48 WIB
Ekoenzim, Solusi Hemat dengan Limbah Bermanfaat
Sabtu 29-08-2026,12:42 WIB