KEPAHIANG, BE - Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kepahiang Subi Utama SH MKes menolak pengacara negara yang disiapkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang untuk mendampinginya setelah ditetapkan sebagai tersangka (tsk) korupsi. Bersama kontraktor proyek pengadaan alat kesehatan (Alkes) Zulfianis, Subi mengiginkan didampingi Penasehat Hukum (PH) pilihan mereka sendiri. \"Dalam kasus korupsi pengadaan Alkes Dinkes tahun 2012 ini, masing-masing tsk meminta didampingi penasehat hukum. Ya sesuai dengan aturan yang ada, ancaman hukuman 5 tahun penjara memang harus didampingi pengacara,\" ujar Kajari Kepahiang H Wargo SH melalui Kasi Pidsus Dodi Junaidi SH, kemarin. Dikatakannya, penasehat hukum yang ditunjuk oleh dua tsk ini yakni PH kenamaan H Azis Ali Tjasa SH untuk tsk Subi Utama sementara Zulfianis mempercayakan kepada PH Made Sukiade SH. \"Kemarin (Rabu, 18/12), pihak pengacara dua tsk ini sudah memberi tahu kami ke sini,\" jelasnya. Menurutnya, pada pemeriksaan lanjutan yang tengah dijadwalkan pihaknya sampai ke persidangan, kedua tsk akan didampingi PH. \"Untuk pemeriksaan selanjutnya kepada kedua tsk itu, maka keduanya sudah akan didampingi pengacara sendiri. Agenda kita dalam waktu dekat ini akan melakukan pemeriksaan terhadap Zulfianis, namun tidak sebagai tsk, melainkan sebagai saksi terhadap Subi Utama,\" tegasnya. Sementara mengenai saksi yang diperiksa dalam kasus korupsi pengadaan Alkes senilai Rp 1,9 M pada Dinkes Kepahiang tahun 2012 ini, terdiri dari Kelompok Kerja (Pokja), Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK) dan bendara kegiatan pengadaan Alkes dan bendahara rutin Dinkes Kepahiang. \"Untuk penambahan tsk dalam kasus ini masih kita pelajari, tentunya dalam kasus ini kita tidak akan gegabah,\" tandansya. Sebagaimana dirilis sebelumnya, dugaan korupsi pengadaan Alkes 8 Puskesdes oleh Dinkes Kepahiang tahun 2012 ini, Kejari Kepahiang telah menetapkan dua orang tsk yakni mantan Kadinkes Kepahiang, Subi Utama MKes selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan Kontraktor Pelaksana, Zulfianis pada (9/12) lalu. Dari penyelidikan kedua tsk ini dijerat pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-undang No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman hukuman selama 5 tahun penjara. (505)
Mantan Kadinkes Tolak Pengaraca Negara
Jumat 20-12-2013,17:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 22-09-2026,12:18 WIB
Perkiraan Bansos September 2026 Cair, Cek Status Penerima dengan NIK KTP
Selasa 22-09-2026,12:10 WIB
Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Kini Peringkat Berapa?
Selasa 22-09-2026,10:49 WIB
Banjir Bandang Solok Tutup Akses Logistik Padang-Jambi, 36 Jiwa Dievakuasi
Selasa 22-09-2026,10:56 WIB
Kejagung Dalami Korupsi MBG, 7 Saksi Dipanggil Termasuk Penyedia Peralatan SPPG
Selasa 22-09-2026,12:25 WIB
Tekan Biaya Penerbangan Haji, Kemenhaj Buka Opsi Ganti Maskapai
Terkini
Selasa 22-09-2026,21:00 WIB
Astra Motor Bengkulu Hadirkan Layanan Servis Motor untuk Mahasiswa UM Bengkulu
Selasa 22-09-2026,20:00 WIB
Astra Motor Bengkulu Ajak Mahasiswa FIKES UM Bengkulu Jadi Pelopor Keselamatan Berkendara
Selasa 22-09-2026,19:00 WIB
Tingkatkan Kesadaran Safety Riding, Astra Motor Bengkulu Edukasi Mahasiswa FIKES UM Bengkulu
Selasa 22-09-2026,18:06 WIB
Kapolres Kaur Resmikan Jembatan Gunung Kaya, Warga Lebih Mudah Angkut Hasil Pertanian
Selasa 22-09-2026,15:53 WIB