Pabrik Terbakar, 5 Orang Terpanggang

Rabu 18-12-2013,17:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar

BENGKULU, BE - Kebakaran hebat kembali terjadi di Kota Bengkulu. Kali api melumat sebuah rumah yang dijadikan pabrik pembuatan kue rumahan bermerek Aroma Bakery di Jalan Iskandar 10 RT 4 RW 2 Kelurahan Tengah Padang Kecamatan Teluk Segara. Kebakaran tersebut terjadi kemarin siang (17/12) sekitar pukul 10.25 WIB. Api diketahui berasal dari ledakan gas tabung 50 kilogram yang diduga bocor saat sepuluh orang karyawan tengah berkerja. Lima orang menjadi korban tersambar api. Empat diantaranya mengalami luka bakar parah, di sekujur tubuhnya, Sutrisno (20) warga Tais Kabupaten Seluma, Komar (40) warga Bandung Jawa Barat, Icung (20) warga Padang,---ketiganya karyawan di bagian produksi---, dan Yodi (30) manager produksi. Sedangkan Erlio (28), adik pemilik pabrik Hendri mengalami luka bakar ringan. Salah satu korban Erlio mengaku sedang di kamar mandi saat kejadian dan tidak mengetahui kalau terjadi ledakan. Saat ledakan terjadi dia terpental ke kolam yang ada di dalam rumah. \"Saya tidak tahu kejadiannya akan seperti ini, saat itu saya sedang buang air. Pas keluar terjadi ledakan,\" ungkapnya saat ditemui di RS Bhayangkara. Karyawan pabrik bagian produksi roti Aroma Bakeri bernama Awang menceritakan kronologis kejadian dari yang dia ketahui, dari tabung gas 50 kg yang macet. Kemudian karyawan bagian produksi di dapur pabrik rumahan tersebut, berupaya untuk memperbaikinya. Naas gas di dalam tabung tersebut langsung keluar dengan kencang lalu disambar api dari kompor gas yang tengah produksi untuk memanggang dan menggoreng roti di dalam pabrik tersebut. Hingga terjadi ledakkan dan api langsung membesar karyawan berupaya menyelamatkan diri. Keempat orang tersebut berada dekat dengan tabung gas tersebut sehingga mengalami luka bakar cukup parah hampir di sekujur tubuhnya.“Kabarnya ledakkan tabung gas, katanya tabung gas 50 kilo bocor kemudian menyambar api, lalu meledak dan api langsung membesar,\" ungkap Awang. Keempat korban tersebut langsung dilarikan ke RS Bayangkara untuk mendapatkan perawatan. Para korban harus menjalani rawat inap sebab luka bakar di bagian dada, perut, paha, lengan dan belakangnya cukup parah.  Kerugian akibat kebakaran tersebut belum dapat ditaksir. Namun diperkirakkan mencapai ratusan juta, mengingat seluruh alat produksi roti serta bangunan rumah tersebut habis dilalap si jago merah. Setelah sekitar 20 menit api berkobar melalap pabrik rumahan tersebut. Pengendali Bahaya Kebakaran (PBK) Kota Bengkulu sampai di TKP, dengan menurunkan belasan armada PBK tersebut langsung menyemprotkan air ke kobaran api yang tengah membesar. Setelah bertarung sekitar 2 jam, akhirnya sijago merah yang mengamuk tersebut dapat diatasi oleh puluhan pasukan PBK Kota Bengkulu. Untuk memastikan titik api benar-benar telah mati, bebrapa pesonil PBKpun masuk kedalam bangunan pabrik yang tinggal puin-ping tersebut dan membongkar tumpukan seng rumah yang ambruk dan kembali menyiramnya. Setelah dapat memastikan semua titik api telah padam, belasan armada dan puluhan personil PBK tersebut meninggalkan lokasi kebakaran. Warga Panik Kebakaran yang melanda pabrik pembutan roti rumahan yang berada tepat di tengah-tengah pemukiman padat penduduk. Rata-rata rumah warga berdempetan. Puluhan warga di sekitar TKP, tanpak panik dengan mengeluarkan barang-barang berharga milik, karena takut api menyambar ke rumah warga yang lain. Sebelum PBK sampai ke lokasi, warga juga berteriak histeris meneriaki PBK lambat.\"Mano PBK, rumah la habis baru sampai kelak,\" teriak warga. Setelah PBK sampai, beberapa wargapun langsung membantu petugas untuk memegang selang air lalu menyemprotkannya ke titik api yang tengah membesar.\"Sini pak, sini pak. Bagian belakang sini dulu, apinya besar kelak menyambar rumah warga,\" teriak warga lainya, sembari menarik selang air PBK. Warga sekitar yang mengaku bernama Aris (32) mengaku pabrik tersebut beroperasi mulai subuh. Saat kejadian puluhan karyawan sedang berkerja. Api yang cepat sekali membesar membuat karyawan tidak dapat banyak menyelamatkan barang-barang berharga. Beruntung beberapa sepeda motor karayawan dapat diselamatkan dan dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman. Dari pengamatan BE, peristiwa tersebut menjadi tontonan ratusan warga baik warga sekitar, maupun para pengguna jalan yang tengah melintas di lokasi. Karena banyaknya warga tersebut, kendaraan PBK harus berjalan perlahan untuk menedekati titik api dan melakukan penyiriaman tersebut. Sebelum PBK sampai kelokasi tidak nampak upaya dari warga sekitar untuk menyiram api menggunakan ember atau alat lainya.(320/cw3)

Tags :
Kategori :

Terkait