BENGKULU, BE - Sidang lanjutan gugatan pengambilalihan seleksi calon anggota KPU Kaur oleh KPU Provinsi Bengkulu, kembali digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bengkulu, kemarin (4/13). Sidang kali ini mendengar keterangan dari saksi dari pihak Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSKJO) Soeprapro Bengkulu, dr Bina Ampera Bukit selaku Direktur RSJKO. Dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim Ketua, Indra Kusuma Nusantara SH itu, Bina Ampera Bukit mengungkapkan bahwa penggugat (Didi Iswandi,red) memang tidak lolos psikotes. Didi sendiri memperoleh nilai 49,3 dengan predikat memperoleh predikat tidak disarankan. \"Berdasarkan hasil psikotes yang kami lakukan, Didi Iswandi dinyatakan tidak lolos, karena dia hanya mendapatkan nilai 49,3,\" ungkap Direktur RSJKO tersebut. Menurut Bina, psikotes tersebut diiikuti oleh calon anggota KPU Kaur sebanyak 39 orang. Dari jumlah tersebut, diketahui 2 orang diantaranya tidak lolos, salah satunya adalah Didi Iswandi. Mendapati hal tersebut, penggugat melalui kuasa hukumnya, Hadi Sasmita SH mempertanyakan keabsahan surat pernyataan yang dikeluarkan pihak RSJKO pada 10 Mei 2013. Dalam surat tersebut disebutkan, bahwa peserta seleksi KPU Kaur Didi Iswandi dinyatakan memenuhi syarat berdasarkan hasil tes kesehataan jiwa. \"Kalau memang klien saya tidak lulus, lantas mengapa dalam surat pernyataan itu disebutkan memenuhi syarat,\" tanya Hadi Sasmita. Pertanyaan itu pun dijawab dengan gamblang oleh Bina Ampera Bukit. Ia menjelaskan, bahwa pihaknya memang melaksanakan 2 bentuk tes, yakni tes kesehatan jiwa dan psikotes. \"Tes kesehatan jiwa itu merupakan tes untuk mengetahui gila atau tidaknya seseorang, dan Didi Iswandi sendiri memang lolos dalam tes tersebut. Selanjutnya kami melakukan psikotes, yakni tes untuk mengetahui potensi yang dimiliki seseorang terhadap suatu pekerjaan. Dan Didi Iswandi sendiri tidak lolos dalam psikotes ini,\" terangnya. Dilanjutkan Bina, tidak lolos psikotes bukan berarti peserta itu gila atau tidak normal, melainkan ia tidak berpotensi untuk mengemban tugas sebagai komisioner KPU. Namun apabila tidak lolos tes kesehatan jiwa, baru dipastikan yang bersangkutan tidak waras atau sudah gila. Setelah mendengar penjelasan saksi tersebut, sidang kembali dilanjutkan Rabu (18/12) dengan agenda pembacaan keputusan dari majelis hakim PTUN. Sementara itu, Kuasa Hukum KPU Provinsi Bengkulu (tergugat,red) Junaidi SH mengungkapkan, kemenangan pihaknya sudah di depan mata, hanya tinggal majelis hakim membacakan keputusannya saja. \"Dia (penggugat,red) itu kan sudah jelas tidak disarankan, jadi hasil keputusan majelis hakim pun dipastikan menolak gugatan tersebut,\" tutupnya.(400)
Penggugat Tak Lulus Psikotes
Kamis 05-12-2013,10:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,19:51 WIB
Jelang Arus Mudik, Kapolres Mukomuko Turun Langsung Cek Pos Pengamanan Operasi Ketupat 2026
Minggu 15-03-2026,19:42 WIB
Indosat Prediksi Lonjakan Trafik Data Saat Mudik Lebaran, Jaringan di Sumatra Diperkuat
Minggu 15-03-2026,19:36 WIB
215 Hektare Lahan di Pulau Baai Disiapkan untuk Kawasan Industri, Studi Kelayakan Dikebut
Minggu 15-03-2026,19:45 WIB
Walikota Cup Bengkulu 2026 Digelar di Pantai Panjang, Siapkan Dua Motor untuk Juara Murai Batu
Minggu 15-03-2026,18:42 WIB
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Pasar Atas Curup
Terkini
Senin 16-03-2026,15:31 WIB
Inflasi Bengkulu 3,88 Persen, Wagub Mian Minta Penguatan Komoditas
Senin 16-03-2026,15:28 WIB
Jelang Idulfitri, BKD Mukomuko Percepat Pencairan Dana Desa
Senin 16-03-2026,15:04 WIB
Kondisi Pusat Kota Bukittinggi H-5 Idul Fitri 1447 H Masih Kondusif, Aktivitas Belanja Mulai Terlihat
Senin 16-03-2026,13:58 WIB
Tips #Cari_Aman Naik Motor Saat Mudik Lebaran, Utamakan Keselamatan di Perjalanan
Senin 16-03-2026,13:56 WIB