JANGAN remehkan insomnia. Bila Anda mengalami gangguan tidur ini, ada baiknya mengunjungi pakar yang bisa membantu Anda mengatasinya. Bila dibiarkan, insomnia bisa membahayakan. Apalagi bila terkena fatal familial insomnia (FFI), penyakit ini bahkan bisa mematikan, seperti dialami Patricia Chan. Gangguan tidur FFI mulai dirasakan Patricia setelah hari ulang tahunnya yang ke-57 April lalu. Suaminya, mantan Perdana Menteri Singapura, Chan Soo Sen, mengatakan Patricia jadi sering mengigau, tidur tidak nyenyak, dan sering berubah posisi. Lewat seminggu, gejala yang terlihat semakin parah. \"Dia bisa mendadak jatuh tertidur saat sedang berbicara, atau saat sedang mengobrol di dalam mobil,\" ungkap Chan kepada Asia One, Kamis (28/11). Lama kelamaan igauan Patricia semakian sering dan semakin keras. Ia juga semakin sering berubah posisi saat tidur, dan gerakannya pun semakin kuat. Namun demikian, Patricia tidak pernah menunjukkan bahwa dirinya mengantuk dan kelelahan. Patricia tetap menjalankan rutinitasnya, ia juga tetap aktif dan ceria. Delapan tahun lalu, Patricia baru mengetahui bahwa dirinya membawa gen sebuah penyakit langka dan ekstrem, yaitu FFI. Kondisi ini hanya dialami sekitar 100 orang dari 40 keluarga di seluruh dunia. Penderita penyakit ini semakin lama akan mengalami insomnia yang semakin parah, dan fungsi otaknya pun akan terganggu. Patricia sendiri baru mulai memeriksakan dirinya setelah kakak laki-lakinya meninggal karena FFI, yang ternyata diperoleh dari gen. Ibu Patricia ternyata juga meninggal akibat penyakit tersebut pada tahun 1976. Saat memeriksakan dirinya, Patricia mengetahui bahwa ia mempunyai 50 persen peluang membawa gen yang mengandung penyakit tersebut. Dikutip dari situs Lembaga Pengkajian dan Penelitian BEM IKM FKUI, saat ini, dilaporkan bahwa sekitar 60 orang di dunia mengalami insomnia yang mematikan alias fatal familial insomnia (FFI). Ini merupakan salah satu penyakit neurodegeneratif yang sangat langka di mana penderitanya mengalami gejala insomnia secara progresif. Mulanya, pasien FFI tidak dapat tidur siang, kemudian tidur malamnya sangat kurang, hingga akhirnya tidak dapat tidur sama sekali. Gejala-gejala lain yang sering ditemukan adalah kelainan fungsi sistem saraf otonom dan tanda kelainan motorik. Baik laki-laki maupun perempuan dapat mengalami penyakit ini. Usia rata-rata pasien adalah 49-51 tahun, dengan rentang usia rentan antara 35-70 tahun. (net)
Insomnia Bisa Mematikan
Jumat 29-11-2013,15:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 06-04-2026,14:10 WIB
Hujan Semalaman, Puluhan Titik di Kota Bengkulu Terendam Banjir
Senin 06-04-2026,17:04 WIB
Pemkot Bengkulu Raih Predikat Tertinggi Pelayanan Publik dari Ombudsman RI
Senin 06-04-2026,16:54 WIB
Astra Motor Bengkulu Gelar Kontes Layanan Honda Regional 2026, Dorong Standar Pelayanan Prima
Senin 06-04-2026,15:58 WIB
Kapolresta Bengkulu Ungkap 4 Kasus Menonjol: Dari Pengeroyokan Maut hingga Kejahatan Seksual terhadap Anak
Senin 06-04-2026,15:59 WIB
Elnusa Perkuat Transformasi sebagai Low-Cost Operator, Targetkan Efisiensi Operasi hingga 25 Persen
Terkini
Selasa 07-04-2026,10:08 WIB
Penguatan Budaya Daerah dan Perlindungan Bahasa Lokal Dibahas Dalam Raker DPD RI
Selasa 07-04-2026,09:23 WIB
Ribuan KK Terdampak Banjir, BPBD Kota Bengkulu Masih Lakukan Pendataan
Selasa 07-04-2026,09:07 WIB
Lebong Tanggap Darurat, Bupati Azhari Instruksikan Audit Penyebab Banjir di 6 Kecamatan
Selasa 07-04-2026,08:58 WIB
Bantuan Bedah Rumah di Bengkulu Segera Jalan, Ini Syarat Penerimanya
Selasa 07-04-2026,08:53 WIB