Seorang Anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Hanaldin mengatakan pembangunan yang lebih prinsip sangat diharapkan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan pedalaman adalah akses jalan lintas. Dengan dilaksanakan pembangunan tersebut, masyarakat bisa berupaya menyesuaikan perkembangan zaman, dan secara bertahap bisa mendukung terlaksananya pembangunan ekonomi kerakyatan di desa. Hanaldin mencontohkan pembangunan jalan jalur Kertapati menuju Pagar Jati. Dampak pembangunan tersebut cukup menyentuh keinginan masyarakat, dalam melancarkan penyaluran pertanian hingga barang jasa. “Karena jalan dibangun mulus, warga lebih nyaman mendistribusikan segala macam barang jasa. Inilah pembangunan yang sesungguhnya diharapkan,” ujarnya. Menurut Hanaldin, ada beberapa fasilitas khusus di wilayah Pagar Jati dan khususnya di Kertapati belum dibangun atau tersentuh pembangunan. Seperti jembatan akses alternatif Pagar Jati menuju Pondok Kubang. Kondisi jalan diwilayah itu kini memprihatinkan. “Kita harap, sektor lainnya juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Kertapati desa tua di Pagar Jati, layak untuk dibangun optimal,” ucap Hanaldin. “Beberapa kilo jalan ke Kertapati belum direhab. Selain itu tahun depan kita minta segera dibangun jalan baru ke Pondok Kubang,” tutupnya. (111)
Butuh Jalan Lintas
Senin 25-11-2013,15:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-07-2026,10:33 WIB
Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Rabu 01-07-2026,10:37 WIB
Wujudkan Karyawan Sehat, Perusahaan Hebat: Astra Motor Bengkulu Gelar Seminar Kesehatan
Rabu 01-07-2026,13:54 WIB
Saksi A De Charge Ungkap Keluarga Mengetahui Pengakuan Latifa Mengambil Uang Perusahaan
Terkini
Rabu 01-07-2026,17:42 WIB
Press Gathering Vario Evo 160 Digelar di Bengkulu, Tawarkan Desain Sporty dan Performa Lebih Bertenaga
Rabu 01-07-2026,17:00 WIB
Pulau Baai Belum Berdampak Signifikan bagi Ekonomi, DPRD Desak Pelindo Ambil Langkah Nyata
Rabu 01-07-2026,16:57 WIB
Pengerukan Pulau Baai Terancam Buntu, Pelindo Dibayangi Risiko Hukum Usai Inpres Berakhir
Rabu 01-07-2026,14:18 WIB