KEPAHIANG, BE - Wilayah Kabupaten Kepahiang yang berupa pegunungan rawan terjadi bencana alam. Dari itulah Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kepahiang mengimbau agar warga meningkatkan kewaspadaan bencana, terutama musim hujan saat ini. \"Dengan musim hujan seperti saat ini, daerah kita cukup rawan terjadinya bencana seperti longsor ataupun banjir. Dengan demikian sejak awal kita sudah memberikan himbauan dengan harapan warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam, sehingga disaat ancaman bencana alam terjadi wargapun dalam kondisi siap siaga,\" ungkap Kepala BPBD Kepahiang Anudin SSos kemarin. Dikatakannya, bencana alam tidak bisa sama sekali untuk diprediksikan kapan waktu terjadinya. Maka dari itu untuk menghindari hal yang lebih buruk dengan terjadinya bencana alam, sejak awal warga telah diingatkan. \"Warga yang lebih utama kita himbau untuk meningkatkan kewaspadaan yakni warga yang bermukim disekitar lokasi bencana baik itu longsor ataupun banjir, sehingga bila bencana itu terjadi kemungkinan terburuk bisa dihindari,\" jelasnya. Menurutnya, daerah yang termasuk rawan bencana di Kepahiang saat ini yakni seperti wilayah kecamatan Ujan Mas dan Tebat Karai dimana wilayah itu masih terdapat desa-desa yang memang kerap menjadi langganan bencana baik itu longsor ataupun banjir terutama pada saat musim hujan seperti ini. \"Hampir sebagian besar daerah di kabupaten Kepahiang ini rawan terhadap bencana longsor dan banjir,\" katanya. Dijelaskannya, untuk daerah yang rawan bencana memang pihaknya sudah menempatkan tim siaga bencana yang direkrut dari warga desa itu sendiri. Dengan begitu pihaknyapun dapat tanggap segera disaat terjadinya bencana. \"Berarti disaat bencana alam terjadi kita sendiri siap turun langsung ke lokasi. Mengingat hal itu juga merupakan tanggungjawab kita selaku BPBD, dengan demikian koordinasi dengan terjadinya bencana memang perlu dijalin,\" tandasnya. (505)
Musim Hujan Waspada Bencana
Senin 18-11-2013,13:00 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 26-07-2026,12:16 WIB
Jurusan Kehutanan UNIB Dampingi Petani Hutan, Ubah Limbah Kulit Kopi Menjadi Produk Bernilai Ekonomi
Minggu 26-07-2026,15:23 WIB
Festival Pantai Panjang 2026 Dongkrak Penjualan, Ratusan UMKM Raup Manfaat Ekonomi
Minggu 26-07-2026,15:26 WIB
20 Ribu Penari Pecahkan Rekor Dunia, "Bengkulu Menari" Ukir Sejarah di Festival Pantai Panjang 2026
Minggu 26-07-2026,15:19 WIB
Antrean Truk Sawit PT KAS Mengular di Jalan Nasional, Warga Teramang Jaya Minta Polres Mukomuko Turun Tangan
Minggu 26-07-2026,15:21 WIB
Damkar Bengkulu Minta Masyarakat Hentikan Pembakaran Sampah di Musim Angin Kencang
Terkini
Minggu 26-07-2026,15:26 WIB
20 Ribu Penari Pecahkan Rekor Dunia, "Bengkulu Menari" Ukir Sejarah di Festival Pantai Panjang 2026
Minggu 26-07-2026,15:23 WIB
Festival Pantai Panjang 2026 Dongkrak Penjualan, Ratusan UMKM Raup Manfaat Ekonomi
Minggu 26-07-2026,15:21 WIB
Damkar Bengkulu Minta Masyarakat Hentikan Pembakaran Sampah di Musim Angin Kencang
Minggu 26-07-2026,15:19 WIB
Antrean Truk Sawit PT KAS Mengular di Jalan Nasional, Warga Teramang Jaya Minta Polres Mukomuko Turun Tangan
Minggu 26-07-2026,12:16 WIB