TAIS, BE - Bupati Seluma H Bundra Jaya SH MH memastikan akan merespon laporan warga terkait ulah Kades Suban Kecamatan Semidang Alas (SA) Neri Nurhayati. Dalam waktu dekat bupati akan memerintahkan tim untuk mencari kebenaran informasi warga mengenai sang kades. “Tim akan panggil yang bersangkutan tersebut dan tim pencari fakta akan turun, jika memang ditemukan maka kita pecat saja kadesnya,” kata bupati Selain itu, Inspektorat untuk dapat turun tangan guna memeriksa Kades Suban tersebut. Menurutnya, jika kepala desa harusnya bisa transparan dalam menjalankan tugasnya. Termasuk untuk membahas setiap bantuan yang diterima baik dalam bentuk barang maupun dalam bentuk dana bantuan untuk desa. Agar tidak terjadi kecurigaan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, bupati juga mengatakan hal yang paling mendasar adalah laporan bahwa selama ini Kades Suban Neri Nurhayati jarang sekali berada di tempat. Bahkan lebih sering tinggal di Kota Bengkulu. “Masa kades tinggal di Bengkulu, pelayanan kepada masyarakat harus bagai mana dan kepala desa mereka harus menetap di desa,” katanya. Terpisah, Kabag Administrasi Pemerintahan Drs Eddy Soepriadi MSi mengatakan ada beberapa tahapan dan penyelesaikan masalah konflik kepala desa berdasarkan Perda nomor 4 tahun 2006. Diantaranya, penyelesaian terlebih dahulu dilakukan bersama-sama dengan perangkat desa dan yang berkonflik. Jika tidak mencapai kesepakatan, maka kecamatan menindaklanjuti dengan pertemuan kedua belah pihak. Selanjutnya, jika masalah belum juga dapat diselesaikan, maka dilakukan pejabat yang berwenang adalah bagian pemerintahan Pemkab. Namun, jika tidak barulah ke kepolisian untuk diadukan. “Penyelesaian masalah didesa banyak tingkatannya, namun terlebih dahulu diperangkat desa. Serta terakhir barulah kepolisian dan berujung dengan pemecatan setelah memiliki kekuatan hukum tetap,” katanya. Sementara itu, seperti dirilis sebelum ini, warga Suban yang diwakili oleh anggota BPD dan tokoh masyarakat melaporkan Kades tidak transparan. Hal ini dalam penyaluran bantuan bibit sawit kepada 72 warga yang tidak disalurkan seluruhnya. Kemudian bantuan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang hanya dipasang 50 rumah, padahal harusnya 64 rumah. Serta bantuan dana sebesar Rp 50 juta dari Dinas Kehutanan yang tidak dijelaskan peruntukannya dan masyarakat tidak mengetahui kemana dana tersebut. (333)
Bupati Respon Laporan Warga Suban
Jumat 15-11-2013,19:52 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 19-03-2026,13:55 WIB
H-2 Lebaran 2026, Pusat Kota Bukittinggi Dipadati Pengunjung, Aktivitas Belanja Membludak
Kamis 19-03-2026,14:19 WIB
THR Sudah Cair? Ini Cara Bijak Mengelolanya Agar Tidak Cepat Habis
Kamis 19-03-2026,15:07 WIB
Wagub Bengkulu Tinjau SPBU, Pastikan Stok BBM Aman Jelang Idulfitri 1447 H
Kamis 19-03-2026,16:02 WIB
Program Lansia Tenang di Bengkulu Utara, Bukti Kepedulian Pemkab untuk Kesejahteraan Lansia
Kamis 19-03-2026,16:17 WIB
Mahasiswa Dibacok Saat Melintas di Binduriang, Polisi Buru Pelaku Curas Bersenjata Tajam
Terkini
Kamis 19-03-2026,19:01 WIB
Kapolres Rejang Lebong Pantau Arus Mudik dan Objek Wisata, Lalu Lintas Masih Lancar
Kamis 19-03-2026,16:45 WIB
Polres Mukomuko Sediakan Penitipan Kendaraan Gratis Saat Lebaran 1447 H, Dijaga CCTV 24 Jam
Kamis 19-03-2026,16:32 WIB
Sambut Libur Lebaran 2026, 6 Objek Wisata di Mukomuko Ajukan Izin Hiburan, Cagar Alam Dilarang
Kamis 19-03-2026,16:22 WIB
Terungkap dari Laporan Warga, Polisi Ringkus Pengedar Ganja di Dua Lokasi Kota Bengkulu
Kamis 19-03-2026,16:17 WIB